Kesehatan

1.600 Kasus Ditangani, Teknologi BCI China Bantu Pasien Stroke Gerakkan Tubuh Lewat Pikiran

13
×

1.600 Kasus Ditangani, Teknologi BCI China Bantu Pasien Stroke Gerakkan Tubuh Lewat Pikiran

Sebarkan artikel ini

Teras News — 1.600 kasus — itu jumlah pasien yang sudah menerima layanan konsultasi berbasis teknologi brain-computer interface (BCI) di Rumah Sakit Tiantan Beijing hingga akhir 2025. Bagi jutaan penderita gangguan saraf di China, angka itu bukan sekadar statistik: ia mewakili harapan untuk kembali menggerakkan tangan, berdiri, bahkan melangkah.

BCI, atau antarmuka otak-komputer, adalah teknologi yang menangkap sinyal listrik lemah dari otak dan menerjemahkannya menjadi instruksi gerakan fisik. Cara kerjanya sederhana secara konsep, tetapi revolusioner dalam praktik, khususnya bagi pasien yang mengalami kerusakan koneksi saraf akibat stroke, epilepsi, atau Parkinson.

Pasien 72 Tahun Kembali “Perintahkan” Tangannya

Di sebuah rumah sakit di Provinsi Hainan, China selatan, seorang pasien lansia berusia 72 tahun yang menderita stroke mencoba perangkat BCI untuk pertama kalinya. Stroke yang dialaminya memutus koneksi saraf antara otak dan tangan kirinya.

Hasilnya mengejutkan pasien itu sendiri.

“Seru sekali. Saya hanya membayangkan mengangkat tangan saya di pikiran, dan petunjuk di layar ini benar-benar bergerak,” katanya dengan penuh kegembiraan. Jika ia rutin berlatih menggunakan perangkat tersebut, dokter berharap ia bisa memulihkan fungsi tangan kirinya secara bertahap.

Pengalaman serupa terjadi di Rumah Sakit Tongji Shanghai. Rumah sakit itu telah menyelesaikan program pengobatan terkoordinasi berbasis BCI yang bersifat noninvasif, dan berhasil membantu seorang pasien lumpuh untuk berdiri tegak serta melangkah.

Lebih Efisien dari Pengobatan Konvensional

Wang Jianqiang, dokter di Rumah Sakit Lansia Hainan, menyatakan bahwa efektivitas teknologi ini sudah terbukti secara klinis. “Sudah terbukti bahwa teknologi BCI jauh lebih efisien dibandingkan pengobatan konvensional dalam latihan rehabilitasi bagi pasien stroke, epilepsi, Parkinson, dan penyakit saraf lainnya, dengan meningkatkan keterlibatan otak yang lebih subjektif,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Sejak 2020, Tim Rekayasa Neuro Cip Otak-Mesin di Universitas Hainan, yang digagas akademisi Luo Qingming dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS), terus mengembangkan komponen inti teknologi ini. Tim tersebut telah mengajukan hampir 20 paten terkait BCI. Tiga model cip yang mereka kembangkan sudah dibeli oleh lebih dari 30 perusahaan perangkat medis dan lembaga penelitian.

Masuk Agenda Resmi Pemerintah China 2026

Perkembangan pesat ini mendapat pengakuan di tingkat tertinggi. Pada 2026, pengembangan teknologi BCI untuk pertama kalinya masuk dalam laporan kerja tahunan pemerintah China, menjadikannya prioritas nasional yang resmi.

Dorongan kebijakan itu mempercepat kolaborasi antara universitas, institusi teknologi medis, rumah sakit, dan perusahaan industri di seluruh China. Berbagai eksperimen penerapan klinis terus dijalankan untuk mengoptimalkan efektivitas teknologi ini sebelum diterapkan secara luas.

Dengan kombinasi dukungan kebijakan, terobosan riset, dan penerapan klinis yang semakin matang, teknologi BCI China diproyeksikan membawa harapan baru bagi rehabilitasi ratusan juta pasien dengan gangguan neurologis di seluruh dunia.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi