Berita

Stok Beras Solo Raya Capai 80.000 Ton, Bulog Sewa Gudang Swasta untuk Tampung Hasil Panen

14
×

Stok Beras Solo Raya Capai 80.000 Ton, Bulog Sewa Gudang Swasta untuk Tampung Hasil Panen

Sebarkan artikel ini

Teras News — Gudang Perum Bulog Telukan di Sukoharjo kini menyimpan 80.000 ton beras untuk wilayah Solo Raya, cadangan yang disebut cukup memenuhi kebutuhan hingga tahun depan. Volume serapan bahkan memaksa Bulog menyewa sembilan gudang swasta tambahan di luar sembilan kompleks pergudangan milik sendiri.

Angka itu terungkap saat Anggota Komisi XIII DPR RI Adik Sasongko mengunjungi Gudang Bulog Telukan pada Selasa (5/5/2026). Kunjungan masa reses tersebut bertujuan memeriksa langsung kesiapan distribusi beras di tengah ancaman fenomena iklim El Nino, yang berpotensi mengganggu produksi pangan di berbagai daerah.

Realisasi Serapan 58.000 Ton dari Target 93.000 Ton

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta Nanang Haryanto menjelaskan realisasi penyerapan gabah petani sudah menyentuh 62 persen atau sekitar 58.000 ton dari target 93.000 ton. Mayoritas stok merupakan hasil pengadaan tahun 2026. Hanya sekitar 180 ton yang merupakan sisa stok tahun sebelumnya.

Bulog tetap membeli gabah petani meski harga di lapangan berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Harga gabah di tingkat petani saat ini berkisar Rp7.000 hingga Rp7.400 per kilogram, melampaui patokan HPP yang ditetapkan pemerintah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Beras SPHP dijual Rp11.000 di gudang dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram di konsumen. Dengan stok 80.000 ton, kebutuhan bantuan pangan dan pasar murah sangat tercukupi hingga tahun depan,” kata Nanang.

SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan adalah program pemerintah yang menyalurkan beras Bulog ke pasar dengan harga terkendali, sebagai penyangga agar harga beras eceran tidak melonjak tajam.

Sistem FIFO Jaga Kualitas, Gudang Hasilkan Beras Premium

Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyoroti penerapan sistem First In First Out (FIFO) dalam pengelolaan stok. Sistem ini memastikan beras yang lebih dulu masuk gudang juga lebih dulu disalurkan, sehingga perputaran stok terjaga dan kualitas beras tidak menurun akibat penyimpanan terlalu lama.

“Stok aman hingga akhir tahun. Bahkan Bulog sampai menyewa gudang swasta untuk menampung hasil serapan. Ini menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan seperti El Nino,” ujar Eko.

Fasilitas pengolahan di Gudang Telukan juga diklaim mampu menghasilkan beras dengan kualitas premium, baik untuk keperluan bantuan pangan maupun stabilisasi harga di pasaran.

El Nino Jadi Latar Pemeriksaan Stok Pangan Nasional

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang memicu kekeringan di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dampaknya terhadap produksi padi bisa signifikan karena musim tanam terganggu.

Adik Sasongko menegaskan kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan legislatif terhadap ketahanan pangan daerah. “Kami memastikan ketersediaan stok beras di Solo Raya tetap aman di tengah tantangan El Nino. Stok tersedia, penyerapan gabah petani berjalan baik, dan kebutuhan bantuan pangan juga terpenuhi,” katanya.

Dengan stok 80.000 ton yang tersebar di 18 titik pergudangan, Bulog Surakarta masih mengejar sisa target serapan sekitar 35.000 ton hingga akhir periode pengadaan tahun ini.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Arif Budiman