Otomotif

Industri Plastik Bidik Pasar Mobil Listrik, Insentif 100 Ribu Unit Jadi Pintu Masuk

12
×

Industri Plastik Bidik Pasar Mobil Listrik, Insentif 100 Ribu Unit Jadi Pintu Masuk

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pasar kendaraan listrik nasional baru menyentuh angka 100 ribu unit untuk tahap insentif pertama, namun industri plastik dalam negeri sudah bergerak lebih cepat dari jadwal. Para pelaku usaha di sektor ini mulai merangsek masuk ke rantai pasok mobil listrik, jauh sebelum angka produksi benar-benar lepas landas.

Fajar Budiono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), mengakui industri plastik sedang giat melakukan pendekatan ke produsen kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia. Fokus utamanya ada pada komponen baterai, mulai dari casing hingga konektor.

“Kalau untuk di listrik itu kan kita nanti lebih banyak ke baterainya ya. Baik itu casing baterainya maupun konektor-konektornya itu plastik semua,” kata Fajar kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/6/2026).

Masih PDKT, Dominasi Pemain China Belum Tergoyahkan

Fajar terus terang soal posisi industri plastik lokal saat ini. Sebagian besar rantai pasok komponen kendaraan listrik masih dikuasai produsen dari China. BYD, misalnya, baru diperkirakan mulai menggelar produksi lokal dalam beberapa tahun ke depan.

“Nah ini kan kebetulan masih China kan ya, BYD juga baru mungkin tahun-tahun depan akan berjalan. Nah itu kita memang lagi PDKT (pendekatan) ke arah sana,” ujarnya.

Pendekatan dilakukan lewat jalur business to business (B2B), dengan sasaran utama meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri kendaraan listrik. Fajar mengakui, angka konkret dari negosiasi itu belum bisa ia sebut. “Secara langsung kita belum dapat angkanya, tapi secara B2B kita lagi intens untuk melakukan untuk TKDN-nya,” katanya.

Industri Pantau Seberapa Jauh Adopsi Kendaraan Listrik Melaju

Ada satu variabel yang terus dipantau industri plastik: seberapa cepat masyarakat Indonesia benar-benar beralih ke kendaraan listrik. Angka 35 persen menjadi patokan yang dinantikan.

“Kelihatannya dia menunggu 35% ini sampai di mana nih,” kata Fajar.

Di sisi kebijakan, pemerintah sudah membuka kran insentif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan skema pembelian mobil listrik dengan kuota awal 100 ribu unit. Yang menarik, pemerintah tidak menetapkan batas atas program ini.

“Kira-kira untuk mobil listrik akan kita kasih 100 ribu mobil listrik. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Pernyataan itu memberi ruang yang cukup luas bagi industri pendukung, termasuk plastik, untuk mulai menghitung potensi serapan pasar jangka menengah.

Kini yang ditunggu adalah seberapa cepat negosiasi B2B antara produsen plastik lokal dan pabrikan kendaraan listrik menghasilkan kontrak nyata. Jika adopsi kendaraan listrik berakselerasi sesuai target pemerintah, industri plastik dalam negeri bisa memiliki segmen pasar baru yang nilainya jauh melampaui produk konvensional yang selama ini mereka suplai.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi