Teras News — Orang tua siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nabire kini bisa memantau sendiri ke mana uang negara mengalir, dari laporan keuangan dapur hingga jumlah anak yang mendapat manfaat, lewat satu portal yang bisa diakses siapa saja. Portal bernama SiapMBG.com itu dikembangkan oleh putra-putri asli Nabire yang diakomodasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire.
Anggota DPR RI Yan P Mandenas mengunjungi Nabire dan memberikan tanggapan positif terhadap inovasi digital tersebut, Senin. Ia menyebut aplikasi itu sebagai alat kontrol yang membuka data program secara terbuka kepada publik.
“Ini aplikasi yang bagus, karena bisa menjadi alat kontrol. Semua data bisa dilihat secara terbuka, tinggal bagaimana diperbarui secara berkala agar tetap akurat,” kata Mandenas.
Baca Juga:
Data Terbuka: Dari Transaksi Keuangan hingga Nama Sekolah Penerima
Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem menjelaskan portal ini dirancang untuk memantau program MBG secara menyeluruh dan waktu nyata (real time). Cakupannya luas: laporan keuangan, operasional harian, kinerja sumber daya manusia di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), distribusi makanan, hingga daftar sekolah yang dilayani.
“Melalui aplikasi ini, kita bisa melihat transaksi keuangan, kebutuhan belanja, distribusi, hingga jumlah penerima manfaat dan sekolah yang dilayani,” ujar Marsel.
SPPG adalah satuan yang bertanggung jawab mengelola dapur produksi makanan bergizi dalam program MBG. Data operasional dapur-dapur inilah yang selama ini sulit dipantau publik secara langsung.
Marsel menyebut siapa pun bisa mengakses informasi di portal tersebut, termasuk pemerintah daerah, BGN pusat, bahkan hingga Presiden. Anggaran yang dikelola bersumber dari APBN, sehingga transparansi menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar.
Yan Mandenas Dorong Pembaruan Data Rutin dan Perluasan ke Daerah Lain
Mandenas menekankan agar data dalam sistem terus diperbarui secara rutin. Menurutnya, pembaruan harus mencakup daftar sekolah, data dapur SPPG, yayasan pengelola, sumber daya manusia, hingga jumlah pelajar penerima manfaat.
“Kalau ada masalah bisa langsung terlihat. Orang tua juga bisa memantau, termasuk perputaran anggaran di dapur MBG,” katanya.
Ia mendorong BGN memperluas sosialisasi penggunaan aplikasi agar manfaatnya menjangkau lebih banyak warga. Lebih jauh, Mandenas menilai sistem ini berpotensi diterapkan di daerah lain di Indonesia untuk memperkuat pengawasan publik atas pengelolaan anggaran dan distribusi program.
Pengembang: Anak Nabire yang Pernah Kerja di Perusahaan Teknologi Global
Di balik portal ini bukan nama-nama dari luar Papua. Marsel mengungkapkan pengembangan SiapMBG.com melibatkan putra-putri asli Nabire yang punya kemampuan di bidang teknologi informasi, termasuk mereka yang pernah menempuh pendidikan di luar daerah dan bekerja di perusahaan teknologi global.
“Ada inovasi yang dilakukan oleh anak-anak Papua yang kami akomodir melalui BGN Nabire untuk mendukung pelaksanaan program MBG,” kata Marsel.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak Papua mampu berkontribusi besar sekaligus menjawab kebutuhan transparansi program pemerintah,” tambahnya.
Program MBG merupakan program pemerintah pusat yang menyediakan makanan bergizi gratis bagi pelajar dan kelompok rentan. Pelaksanaannya melibatkan ribuan dapur SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dan menggunakan anggaran negara dalam skala besar, sehingga pengawasan publik yang mudah diakses menjadi kebutuhan mendasar.
BGN Nabire kini menunggu respons dari daerah-daerah lain yang diharapkan turut mengadopsi sistem serupa. Sosialisasi yang lebih luas akan menentukan seberapa jauh inovasi dari ujung timur Indonesia ini bisa mengubah cara masyarakat mengawasi program nasional.
Editor: Surya Dharma