Teras News — Mayoritas warga Israel meyakini bahwa negara mereka telah kalah dalam setiap konflik bersenjata yang dilancarkan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, mencakup perang di Gaza, Lebanon, hingga konfrontasi dengan Iran. Temuan ini berasal dari survei terbaru yang dipublikasikan kantor berita Kan Israel.
Survei tersebut tidak merinci tanggal pasti penerbitannya, namun hasil data yang dirilis Kan menggambarkan tingkat pesimisme yang tinggi di kalangan publik Israel terhadap jalannya peperangan di tiga front sekaligus.
Tiga Front Perang yang Dinilai Gagal
Warga Israel dalam survei ini memandang negatif hasil perang di Gaza melawan Hamas, di Lebanon melawan Hizbullah, serta konfrontasi langsung dengan Iran. Ketiganya dimulai atau meningkat drastis setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 200 lainnya disandera.
Baca Juga:
Persepsi kekalahan ini muncul di tengah operasi militer Israel yang berlangsung berbulan-bulan di Gaza, mengakibatkan puluhan ribu korban jiwa di pihak Palestina. Di Lebanon, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Hizbullah sebelum gencatan senjata disepakati. Serangan balasan Iran ke wilayah Israel juga sempat terjadi dua kali sepanjang 2024.
Dampak Psikologis ke Publik Israel
Bagi warga sipil Israel, keyakinan bahwa negaranya kalah dalam semua perang bukan sekadar penilaian strategis. Ratusan ribu warga yang mengungsi dari kawasan perbatasan utara akibat serangan Hizbullah belum sepenuhnya kembali ke rumah mereka. Puluhan sandera yang tersisa di Gaza hingga kini juga terus menjadi tekanan psikologis dan politik bagi pemerintah.
Kondisi ini menempatkan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di bawah tekanan publik yang semakin berat, dengan demonstrasi besar-besaran yang secara berkala memenuhi jalan-jalan Tel Aviv dan kota-kota besar lainnya, menuntut kesepakatan pembebasan sandera segera.
Survei Kan menjadi salah satu potret paling gamblang tentang merosotnya kepercayaan diri publik Israel terhadap kemampuan militer dan pemerintah mereka dalam menangani krisis keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern negara itu.
Editor: Surya Dharma