Teras News — Ribuan karyawan pabrik garmen di Bawen, Kabupaten Semarang, bisa sedikit bernapas lega. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang membayangi perdagangan internasional, ekspor produk pakaian jadi dari daerah mereka ke Amerika Serikat tetap berjalan.
Sebanyak 22.395 potong produk garmen milik PT Inti Sukses Garmindo (ISG) resmi dilepas ke pasar AS pada Rabu (29/4/2026) pagi. Pelepasan ekspor itu berlangsung di kompleks pabrik di Kelurahan Hardjosari, Bawen, dan dihadiri langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy.
Direktur PT ISG: Hanya Penyesuaian Tarif, Bukan Hambatan Ekspor
Direktur Marketing PT ISG, Henry Leo Putra, memastikan pengiriman ke luar negeri perusahaannya tidak terganggu oleh dinamika yang terjadi di panggung internasional. “Ekspor tidak terpengaruh adanya konflik Timur Tengah yang melibatkan AS. Hanya penyesuaian tarif saja,” kata Henry.
Baca Juga:
Dalam setahun, PT ISG bisa mengirim sekitar 1 juta potong produk ke pasar luar negeri. Pengiriman ke berbagai negara tujuan berlangsung setiap bulan.
Menteri Rachmat Dorong Kenaikan Gaji Pekerja Berprestasi
Di hadapan ratusan karyawan yang hadir, Rachmat Pambudy menyebut ekspor ini bukan sekadar urusan bisnis perusahaan, melainkan bagian dari roda pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Jawa Tengah.
Ia juga mengingatkan manajemen untuk tidak mengabaikan kesejahteraan pekerjanya. “Perhatikan kesehatan pekerja. Tadi ada pekerja wanita yang sedang hamil, agar ada perhatian khusus. Jika produktivitas mereka bagus, jangan ragu untuk menaikkan gaji,” ujarnya.
Rachmat turut menyinggung soal insentif fiskal. Menurutnya, industri garmen nasional masih punya ruang untuk berkembang lebih jauh. “Industri garmen kita harus tambah bagus. Kalo insentif fiskal dari Kementerian Keuangan dan Menko Perekonomian, pasti akan ada arahan ke sana,” tegasnya.
Industri garmen memang menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Jawa Tengah, khususnya di kawasan Semarang dan sekitarnya. Ribuan buruh, sebagian besar perempuan, menggantungkan penghasilan mereka pada sektor ini.
Dengan ekspor yang terus berjalan dan sinyal dukungan pemerintah pusat soal insentif fiskal, kelangsungan kerja para karyawan PT ISG setidaknya untuk jangka pendek tampak tidak terganggu oleh gejolak yang terjadi di luar negeri.
Editor: Ratna Dewi