Berita

Wafat di Tanah Suci Saat Haji: Ini Keutamaan yang Dijanjikan Berdasarkan Hadis Nabi

9
×

Wafat di Tanah Suci Saat Haji: Ini Keutamaan yang Dijanjikan Berdasarkan Hadis Nabi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia, meninggal dunia di Tanah Suci saat menunaikan ibadah haji diyakini membawa keutamaan yang sangat besar. Keyakinan ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bersumber dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan kemuliaan wafat di tempat paling suci di muka bumi.

Tanah Suci, yang mencakup Makkah dan Madinah, adalah tujuan perjalanan spiritual tertinggi dalam Islam. Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul di sana untuk menunaikan rukun Islam kelima. Tidak sedikit dari mereka yang menghembuskan napas terakhir di sana, baik saat tawaf, saat wukuf di Arafah, maupun di sela-sela perjalanan ibadah mereka.

Keutamaan Wafat di Makkah dan Madinah dalam Ajaran Islam

Dalam ajaran Islam, wafat di Tanah Suci dipandang sebagai anugerah yang tidak semua orang mendapatkannya. Para ulama merujuk pada sejumlah hadis Nabi SAW yang menggambarkan keistimewaan orang-orang yang meninggal di tempat tersebut. Keutamaan itu disebut terbilang sangat besar, mencakup derajat yang mulia di sisi Allah SWT.

Keyakinan ini mendorong sebagian jamaah haji, terutama yang sudah lanjut usia, untuk secara sadar berdoa agar dikaruniai kematian di Tanah Suci. Bagi mereka, wafat di sana bukan kesedihan, melainkan puncak dari perjalanan hidup seorang Muslim.

Jamaah Haji yang Wafat Langsung Dimakamkan di Tanah Suci

Secara praktis, jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi umumnya dimakamkan di sana, tidak dipulangkan ke tanah air. Pemakaman dilakukan oleh pihak berwenang setempat dengan tetap memenuhi tata cara Islam. Keluarga di Indonesia biasanya menerima kabar dan dokumentasi pemakaman melalui petugas haji.

Proses ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari protokol penyelenggaraan haji. Bagi keluarga yang ditinggalkan, kabar tersebut tentu menghadirkan dua perasaan sekaligus: duka kehilangan dan keyakinan bahwa sang kerabat pergi dalam keadaan mulia.

Kepercayaan terhadap keutamaan wafat di Tanah Suci terus hidup di tengah umat Muslim hingga hari ini, memperkuat makna spiritual perjalanan haji yang jauh lebih dalam dari sekadar ritual fisik semata.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman