Internasional

68.000 Pasukan AS di Eropa Terancam Ditarik, Trump Bidik Italia dan Spanyol Setelah Jerman

13
×

68.000 Pasukan AS di Eropa Terancam Ditarik, Trump Bidik Italia dan Spanyol Setelah Jerman

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kehadiran sekitar 68.000 personel militer Amerika Serikat di Eropa kini berada dalam ketidakpastian setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman penarikan pasukan dari tiga negara NATO sekaligus: Jerman, Italia, dan Spanyol.

Trump melempar ancaman itu pada Sabtu (2/5/2026), sehari setelah menyatakan tengah mempertimbangkan pengurangan pasukan di Jerman. Kali ini giliran Italia dan Spanyol yang masuk dalam bidikan. Saat ditanya wartawan apakah ia akan mempertimbangkan penarikan pasukan dari kedua negara tersebut, Trump menjawab tanpa ragu: “Mungkin saja… kenapa tidak? Italia tidak membantu kami dan Spanyol sangat buruk, benar-benar buruk.”

13.000 Personel di Italia, 3.800 di Spanyol

Angkanya tidak kecil. Menurut laporan The Guardian yang dikutip CNBC Indonesia, sekitar 13.000 personel militer AS tersebar di tujuh pangkalan angkatan laut di Italia. Di Spanyol, sekitar 3.800 personel menempati dua fasilitas bersama: pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Morón.

Jerman tetap menjadi negara dengan konsentrasi pasukan AS terbesar di Eropa. Data dari US Defense Manpower Data Center mencatat lebih dari 36.400 personel aktif ditempatkan di sana, atau lebih dari separuh total kekuatan militer AS di benua itu.

Pangkalan-pangkalan ini selama ini bukan sekadar instalasi simbol. Kehadiran militer AS di Eropa berfungsi sebagai basis logistik utama untuk berbagai operasi, termasuk yang pernah dijalankan di Irak, Afghanistan, dan kawasan sekitar Iran.

Dipicu Kritik Merz dan Blokade Selat Hormuz

Ketegangan ini bermula dari pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran. Trump bereaksi keras. Ancaman ke Italia dan Spanyol ikut mengalir seiring kekesalan Trump terhadap sekutu NATO yang dinilainya tidak membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak mentah dunia.

Spanyol dan Italia ternyata memang pernah menolak permintaan Washington. Spanyol menolak memberi izin penggunaan pangkalan militer bersama untuk serangan terhadap Iran. Italia menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia bagi pesawat AS yang membawa senjata ke Iran. Dua penolakan itulah yang tampaknya membara di benak Trump.

Roma dan Madrid Menolak Tuduhan Trump

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menyatakan dirinya “tidak memahami” alasan di balik ancaman tersebut dan menampik tudingan bahwa Italia gagal membantu Amerika Serikat, terutama dalam urusan keamanan maritim.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez memilih nada yang lebih hati-hati. Ia menegaskan pemerintahannya tetap menjalin kerja sama dengan sekutu, namun selalu dalam bingkai hukum internasional.

Sejauh ini belum ada sinyal konkret dari Pentagon maupun Kongres soal dukungan terhadap rencana penarikan itu. Keputusan pengurangan pasukan besar-besaran di Eropa akan membutuhkan proses panjang dan persetujuan legislatif. Publik Eropa dan kalangan analis pertahanan kini menunggu apakah ancaman Trump kali ini akan berujung pada perubahan nyata, atau sekadar tekanan politik di tengah memburuknya hubungan AS dengan sekutu lamanya.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma