oleh

Lorong Wisata Disebut Pintu Masuk 24 Program Strategis Pemkot

MAKASSAR, Terasnews.id – Program Lorong Wisata (Longwis) Pemerintah Kota Makassar menjadi pintu masuk 24 program strategis yang diusung pasangan Wali Kota Makassar dan Wakil Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi.

Hal itu dikemukakan Danny panggilan akrab Wali Kota Makassar saat memimpin rapat koordinasi percepatan program strategis pemerintah kota yang berlangsung di DP Hall, Jalan Amirullah pada Jumat, (10/06).

Di rapat kordinasi yang diikuti pimpinan OPD, dilakukan perampungan sebanyak 144 program dari 36 dina, badan dan 15
kecamatan, dan 12 bagian Sekretariat Pemerintah Kota Makassar dengan besaran total anggaran sekitar Rp170 Miliar.

“Lorong wisata menjadi pintu masuk 24 program strategis. Setiap OPD telah menentukan peran strategis yang akan
berkontribusi pada kesuksesan program lorong wisata,” ucapnya.

Diketahui 24 program strategis Danny – Fatma merupakan turunan dari misi utama yaitu, revolusi SDM dan percepatan reformasi birokrasi menuju SDM kota yang unggul dengan pelayanan publik kelas dunia bersih dari indikasi korupsi. Ini pula diwujudkan dalam delapan program strategis.

Delapan program strategi yaitu, revolusi pendidikan semua harus sekolah, perkuatan keimanan ummat, 1.000 beasiswa ana’ lorong berprestasi, 10.000 skill training gratis, percepatan tata pemerintahan “sombere dan smart” bersih dari indikasi korupsi, menuju PAD Rp2 Triliun, menuju insentif kinerja RT/RW Rp2 Juta dan perkuatan fungsi RT/RW dan penasihat wali kota serta para local influencer dan terakhir kelurahan menjadi pusat pelayanan publik yang ‘sombere dan smart’.

Misi ke dua, rekonstruksi sistem kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya menuju masyarakat sejahtera dengan imunitas ekonomi dan kesehatan yang kuat untuk semua. Kemudian diwujudkan dalam delapan program startegis yaitu, gerakan masyarakat perkuatan imunitas kesehatan dan ekonomi, perkuatan fasilitas perlindungan dan pelayanan kesehatan
masyarakat, penyediaan dengan kemudahan akses 100.000 peluang kerja dan peluang bisnis baru, penataan total sistem BUMD dan pembentukan Makassar incorporation, pembuatan Perda Omnibus “Makassar Kota Dunia”, percepatan program jagai ana’ta dan program smart milenial serta social mitigation, penataan total destinasi budaya dan sejarah, dan penguatan “city branding” dan peningkatan festival dan MICE bulanan dalam skala nasional dan internasional.

Lanjut pada misi ke tiga, restorasi ruang kota yang inklusif menuju kota nyaman kelas dunia yang sombere dan smart city
untuk semua. Mulai penataan total sistem persampahan, pembenahan total sistem penanganan banjir dan penanganan kemacetan, pembangunan infrastruktur dan pembangunan kawasan “waterfront city” berbasis mitigasi dan adaptasi lingkungan, peningkatan jejaring smart pedestrian dan koridor hijau kota, peningkatan lorong garden dan pembentukan 5. 000 lorong wisata, percepatan pembangunan sistim dan infrastruktur “sombere dan smart city” yang inklusif, percepatan Makassar menjadi liveable city dan risilient city dan pembangunan gedung sombere dan smart, new balai kota, new DPRD.

“Setiap OPD telah menemukan kembali pola kordinasinya. Keberhasilan lorong wisata terletak pada sejauh mana program ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rakyat yang diukur dari perputaran uang yang ada di lorong,” lanjutnya.

Nantinya, setiap lorong wisata akan memiliki kuliner khas, tanaman khas, hasil kerajinan tangan yang dikelola oleh
UMKM dalam bentuk Badan Usaha Lorong dilengkapi dengan CCTV lorong, dan wifi yang menjadi daya tarik bagi
pengunjung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *