Konsumsi Bright Gas dan Elpiji 12 Kg Meningkat

Terasnews - November 20, 2020
Konsumsi Bright Gas dan Elpiji 12 Kg Meningkat
 - (Terasnews)
Editor

Lahat, terasnews.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya mencatat peningkatan konsumsi elpiji non subsidi rumah tangga di wilayah Lahat, untuk itu, diharapkan semua agen tidak menaikkan harganya.

Peningkatan ini seiring dengan himbauan bagi masyarakat mampu beralih ke elpiji non subsidi setelah pemerintah Kabupaten Lahat memperketat penyaluran elpiji mon bersubsidi 3 Kg beberapa waktu lalu.

Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, ST. SH mengatakan, peningkatan konsumsi yang signifikan terjadi terhadap produk LPG nonsubsidi Bright Gas 5,5 kg dan Elpiji 12 kilogram (12).

“Adanya himbauan pemerintah daerah agar masyarakat mampu beralih ke elpiji non subsidi setelah pemerintah Kabupaten Lahat memperketat penyaluran elpiji subsidi 3 Kg,” kata Sanderson usai melakukan pengawasan kebeberapa agen Elpiji Non Subsidi dan Mini Market, pada Jum’at (20/11/2020).

Menurutnya, elpiji 12 kg dan Bright Gas 5,5 kg merupakan produk non subsidi dan Berdasarkan Permen Nomor 26/2009, penetapan harga diserahkan kepada badan usaha. Badan usaha diberikan kewenangan oleh Pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga.

Namun, penyesuaian tersebut tidak selalu naik, tetapi juga bisa turun. Buktinya, kata dia, pada September 2015 dan Januari 2016 Pertamina pernah menurunkan harga produk non subsidi cukup signifikan. Ketika itu penurunannya sampai sekitar Rp5.800.

Lebih jauh diakui Sanderson, Pertamina memang tidak berwenang untuk menindak langsung pangkalan atau pengecer dalam pelanggaran harga penjualan gas non subsidi.

Sementara, dari hasil penelusuran Tim YLKI Lahat ke beberapa Agen diantaranya PT. Kenanga Lematang dan PT. Putra Pagun harga Bright Gas 5,5 kg Rp. 70.000,- dan Elpiji 12 kg Rp. 150.000,-, sementara di salah satu mini market Harga  Bright Gas 5,5 kg Rp. 72.500,- dan Elpiji 12 kg Rp. 159.000,-,

“Kalau ada pangkalan yang bandel, stok elpiji agen yang menaunginya bisa kita minta pemotongan kuota dan agen itu tentunya akan ikut memangkas stok pangkalan yang bersangkutan, jadi kiranya masyarakat dapat membeli di agen resmi”, jelas Sanderson.

Kabag SDA Kabupaten Lahat Syaifullah Aprianto, ST ketika dibincangi dikantornya mengaku, bahwa dalam proses pengumpulan data dan perbaikan tata kelola penyaluran Elpiji melon bersubsidi.

“Saat ini, kami terus kebut proses pengumpulan data dan perbaikan tata kelola. Oleh sebab itu, kami mengimbau  kepada seluruh Agen yang ada, tidak memanfaatkan situasi seperti saat ini, serta berharap mendukung Program Pemerintah,” ungkap Kabag SDA Lahat. (Din)

 

Tinggalkan Komentar

PENGUNJUNG

  • 1
  • 1,804
  • 111
  • 7,507
  • 28,444
  • 45,511
  • 45,511
  • 4,554
  • 13


ARZIP