DPRD Dapil I Diskusi Dengan Fuel PT Pertamina Lahat

Terasnews - November 12, 2020
DPRD Dapil I Diskusi Dengan Fuel PT Pertamina Lahat
 - (Terasnews)
Editor

Lahat, terasnews.id – Pengawas Operasi Fuel PT Pertamina Lahat, Dedi Saputra didampingi Ragil Sales Manager menuturkan, LPG disalurkan dari Palembang ke SPPBE yang berlokasi di Merapi, didistribusikan ke-enam agen. “Nah, dari enam agen menyebarkan 306 pangkalan, untuk Kouta 2020, sebanyak 8.615 metrik ton, dimana, perencanaan hingga November 96 persen 8.292 metrik ton,” ungkapnya, pada Kamis (12/11/2020).

Untuk realisasinya, sambung dia, kalau dibandingkan tahun 2019, secara jumlah salurkan tahun lalu bahkan kuota 96 persen, Desember ada potensi kelebihan 5 persen. “Persediaan dari LPG tidak ada permasalahan, hasil RDP komisi ll DPRD Lahat, bersama-sama dengan Pemda melakukan penyaluran LPG,” ungkap Ragil.

hal ini tujuannya langsung ke APBD demi pembangunan Kabupaten Lahat. Ia menuturkan, dengan diterbitkannya surat dari Bupati Lahat terkait larangan pengecer dan warung non pangkalan menjual LPG 3 Kg, tidak ada kelangkaan semuanya tersedia di pangkalan, sekarang ini dalam pembelian mesti menunjukan KTP. “Kartu pelanggan seperti dilaksanakan Kota Jambi, dan Kabupaten Lahat menjadi pertama kali dan tepat sasaran dan tidak boleh lagi dari ASN, TNI/Polri maupun keluarga mampu sesuai undang-undang,” ucap Ragil.

Sementara, Ketua dari rombongan dari Diskusi dengan Fuel PT Pertamina Lahat ini, dalam Reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat daerah pemilihan (Dapil I) Kecamatan Lahat, Gaharu SE MM menerangkan, kalau akhir-akhir ini keluhan yang meresahkan masyarakat, terjadi di media sosial (medsos), kelangkaan gas 3 Kg, didaerah lain dikategorikan aman, dimana, selama ini terkait peredaran LPG 3 Kg tersebut tidak ada gejolak sama sekali. “Mirisnya lagi, banyak dititik titik baik di Kota Lahat dan kecamatan lainnya, terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kg. Mana kata Pertamina sudah ditambah Pangkalan kenapa masyarakat masih susah mencari tabung Gas tersebut,” tanya Gaharu.

Intinya, pesan Gaharu, pihak PT Pertamina tidak memberikan Gas 3 Kilogram ini kepada ASN, TNI/Polri dan keluarga mampu tidak sangat tidak diperbolehkan menggunakan gas LPG 3 Kg. Dan setuju peruntukannya bagi keluarga tidak mampu, agar semuanya tepat sasaran. “Akan tetapi, setidaknya pihak PT Pertamina ada formulasi tepat, supaya warga tidak perlu lagi ke pangkalan yang jangkauannya jauh, belum lagi ongkos besar dan membuang waktu,” harapnya. (Din)

 

Tinggalkan Komentar

PENGUNJUNG

  • 1
  • 1,804
  • 111
  • 7,507
  • 28,444
  • 45,511
  • 45,511
  • 4,554
  • 14


ARZIP