Selama Belasan Tahun Rendy Gagahi Anak Tirinya

Terasnews - October 17, 2020
Selama Belasan Tahun Rendy Gagahi Anak Tirinya
 - (Terasnews)
Editor

Muba, terasnews.id  –  Jajaran Unit PPA Kepolisian Resort Musi Banyuasin menangkap RENDY (48) atas kasus dugaan pencabulan hingga persetubuhan terhadap anak tiri nya selama Sepuluh tahun.
Laki-laki yang berprofesi sebagai petani kebun ini melakukan aksinya dengan cara dipaksa, di tendang, mulut dibekap dan dicubit sebelum disetubuhi. Tak sampai disitu tersangka juga sering mengancam dan akan membunuh korban.

Peristiwa keji itu dilakukan tersangka dirumahnya sejak korban kelas 2 SD sampai dengan korban berumur 19 tahun saat ibu korban sedang tidur.

Merasa tak tahan lagi dengan perbuatan bapak tirinya akhirnya korban memberanikan diri menceritakan ke teman nya dan sampai ke perangkat desa.

Maka setelah berkoordinasi dengan Perangkat desa Unit PPA Polres Muba berhasil mengamankan Rendy di kediamannya di Kecamatan Lawang Wetan Muba.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP ERLIN TANGJAYA, SH, S.ik melalui Kasat reskrim Polres Muba AKP DELI HARiS, SH, MH membenarkan, kalau pihaknya telah menangkap dan mengamankan tersangka.

“Tersangka kita tangkap kamis 15 oktober 2020 sekira jam 18.30 wib dikediaman nya. Setelah kita mendapatkan laporan dari korban dan perangkat desa”Ujar Deli saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Sabtu (17/10/2020).

Diceritakannya, bahwa tersangka selama 10 tahun menyetubuhi anak tiri nya saat ibu nya sedang tidur dan sampai korban berusia 19 tahun. Terakhir persetubuhan yang dilakukan tersangka pada minggu malam (11 oktober 2020) saat ibu nya tertidur pulas.

“Iyo pak, sepuluh tahun aku gagahi dari SD kelas 2 sampe la besak ini” Ujar tersangka dihadapan Penyidik. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 81 ayat (1), (2) dan (3) Jo Pasal 76 D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RO No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dan atau 285 KUHP. (Rafik elyas).

 

Tinggalkan Komentar