Yogyakarta Antisipasi Gangguan Kamtibmas Terkait Liburan Panjang

Yogyakarta, terasnews.id – Pemerintah Kota Yogyakarta, kepolisian, TNI, dan sejumlah elemen masyarakat melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi gangguan keamanan, ketertiban, hingga kepadatan lalu lintas pada liburan Lebaran 2018 karena masa vakansi lebih panjang daripada tahun lalu.
“Libur (vakansi, red.) Lebaran 2018 cukup panjang sehingga perlu upaya antisipasi sejak dini,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti usai memimpin apel Operasi Ketupat Progo di Yogyakarta, Rabu.
Pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI sudah melakukan gelar pasukan untuk kesiapan hari raya. Akan tetapi, kata Haryadi Suyuti, masyarakat juga perlu melakukan antisipasi sejak dari rumah masing-masing.
Menurut dia, masyarakat harus aktif menjaga keamanan dari lingkungan terkecil atau sejak dari rumah, berjenjang ke tingkat rukun tetangga, berlanjut ke lingkungan yang lebih luas untuk mewujudkan Yogyakarta yang aman dan nyaman.
Misalnya, warga memberi tahu pengurus RT di lingkungannya saat akan bepergian mudik. “Jangan karena sudah ada operasi pengamanan, seperti sekarang, lantas meninggalkan rumah tanpa dikunci atau tidak memberi tahu tetangga dan RT,” katanya.
Selain kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, antisipasi juga dilakukan untuk memastikan kenyamanan warga yang datang ke Yogyakarta saat menghabiskan masa libur Lebaran.

 “Selamat datang bagi wisatawan di Yogyakarta. Harapan saya, wisatawan tetap mematuhi aturan yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas. Tidak parkir sembarangan agar tidak menyebabkan kemacetan,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta AKBP Armaini mengatakan bahwa pihaknya akan menerjunkan sebanyak 475 polisi untuk mendukung Operasi Ketupat Progo yang berlangsung selama 18 hari, 7 s.d. 24 Juni.
Selain dari kepolisian, kata dia, juga akan ada tambahan dukungan personel dari TNI, instansi pemerintah daerah serta elemen masyarakat sekitar 700 orang sehingga total personel mencapai sekitar 1.100 orang.
Polresta Yogyakarta akan membuka sembilan posko, terdiri atas empat posko pengamanan dan lima posko pelayanan.
Posko pengamanan ditujukan untuk menjaga lingkungan dari gangguan keamanan dan ketertiban guna memastikan suasana tetap aman dan lancar termasuk kelancaran lalu lintas.
Posko pelayanan lebih ditujukan untuk memberikan layanan kepada pemudik sehingga posko pun ditempatkan di lokasi strategis, seperti terminal, stasiun, dan tempat wisata.
Armaini mengatakan, sejumlah gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi, di antaranya, pencopetan, penjambretan, hipnotis, dan kemacetan lalu lintas hingga parkir sembarangan dan kecelakaan.
“Petugas akan rutin melakukan patroli, termasuk patroli jalan kaki. Keberadaan petugas di lingkungan masyarakat diharapkan akan memberikan efek rasa aman ke masyarakat,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × one =