Warga Kemuning Keluhkan Jalan Rusak Dan Banjir

Palembang , terasnews.id – Setelah melakukan reses di Kantor Camat Sukarami Paelembang, anggota DPRD Palembang Dapil 1 dipimpin Ketua DPRD Darmawan langsung menuju Kantor Camat Kemuning, Senin (16/4). Dalam Reses di Kecamatan Kemuning, warga banyak mengeluhkan jalan rusak dan sering kebanjiran.

Dalam dialog Dapil 1,  ada beberapa pertanyaan diantaranya Maryati ketua RT 10 Pipareja mengatakan, Lorong Pelita Harapan sudah berkali-kali kalau hujan mirip sungai. “Perbaikan itu sudah diajukan 2016. Kami tunggu perbaikan jalan yang rendah dan jelek itu. Januari lalu sudah diukur. Tapi kami tunggu sampai sekarang belum ada realisasinya. Kalau musim hujan, banjir lagi. Banjir lagi. Ado dak pak perbaikannya, lebarnya 4 meter dengan panjang 150 meter,” ucapnya.

Pertanyaan selanjutnya dari Asmawati Ketua RT 37 Kelurahan 20 Ilir DII. Dia mengatakan, jalan dekat Hotel Aston sudah rusak semua. Katanya mau dibenari. Tapi sampai sekarang belum dibenari.

Selanjutnya, Ketua RT 07 Kelurahan Aryo Kemuning Muhammad Fahmi, di Lorong Kemuning Bakti diukur terus tapi tidak pernah dibangun. Panjangnya 220 meter lebarnya 5 meter. “Banyak warga yang jatuh dari motor, karena lobangnya cukup dalam. Sering dilintasi warga. Tapi sampai sekarang belum dibangun,” paparnya.

Kemudian, Ketua RT 07 Sutarmi mengungkapkan, di jalan Rawajaya 1 ada jembatan yang gantung dengan 2 tiang. “Jembatannya sudah rusak parah. Kami sudah mengajukan proposal.  Tapi belum diperbaiki,” ucapnya.

Efendi warga Kelurahan 20 Ilir mengatakan, alhamdulilah jalan kami dicor. Namun di RT 05 ada pembangunan rumah kos 30 kamar. Tapi belum ada amdalnya. “Kami minta bapak anggota DPRD untuk mengecek Amdalnya serta izin lainnya. Kami resah nanti pembuangan air dari tempat kos itu membanjiri jalan,” paparnya.

Ketua DPRD Kota Palembang Darmawan mengatakan, intuk persoalan jalandi dekat Hotel Aston, silahkan investor membangun. “Tapi kalau ada keluhan masyarakat kami turun. Kita tidak menghambat investasi. Tapi kalau ada jalan rusak, kita minta CSR nya. Agar jalan yang digunakan masyarakat dapat diperbaiki. Untuk pertanyaan dari bapak Fahmi, nanti kami cek. Kalau pak Fahmi sudah mengajukan proposal akan ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Darmawan menuturkan, tujuan reses ini adalah sejauh mana kepala dinas dan SKPD melaksanakan tugasnya. “Disinilah kami cek. Kami bisa merekomendasi untuk memecat kepala dinas atau kepalaa badan, kalau tidak maksimal bekerja. Mohon bersabar, informasi yang kami dapat akan kami tampung. Agar kami lebih aktif lagi untuk mengawasi kinerja kepala dinas,” paparnya.

Apalagi lanjut Darmawan, untuk pembangunan jalan baru seperti diucapkan bapak Fahmi itu butuh pembebasan lahan. Jadi butuh waktu. “Jalan yang berlobang untuk ditampal bisa disampaikan oleh pak camat ke PU pakai dana taktis. Kalau hanya Rp 10 juta itu bisa digunakan, kalau mendesak. Tapi kalau anggarannya sudah besar maka harus ditender dulu. Jadi harus bersabar karena butuh waktu,” paparnya.

Menanggapi pertanyaan soal izin pembangunan rumah kos tiga lantai di RT 05 Kelurahan 20 Ilir Darmawan mengatakan, pemkot memberikan izin harus lengkap.” Nanti kita tahan IPB. Kalau  ada keluhan, jadi buatlah surat keluhan. Nanti ditindaklanjuti komisi 3. Berdasarkan reses Dapil 1. Langsung dicek,” ucapnya.

Anggota DPRD Dapil 1 Adiansyah menambahkan, dari awal pihaknya meminta kepada Camat atau Lurah untuk memasukan programnya ke Musrenbang. Supaya lebih aman programny dan secara benar terprogram.

“Kalau lambat usulannya, maka usulan bapak ibu ini untuk persiapan 2019. Jadi kita tidak bisa bermain main. Karena transparasi dan pertanggungjawaban harus jelas. Usulan bapak dan ibu ini,  dibahas juli 2018, dan akan dilaksanakan Januari 2019,” bebernya.

Adiansyah menambahkan, reses ini adalah rapat terbuka di lapangan. Nanti dicek dan ricek anggarannya. “Semua yang dibutuhkan masyarakat, kita lihat apakah sangat mendesak atau biasa biasa saja. Kita ingin suatu yang terjadi, kita sarankan kedepan proses yang dilakukan mereka kawal masukan masyarakat itu jadi RPJMD,” bebernya.

Anggota DPRD Kota Palembang Dapil 1 Ali Syaban mengatakan, untuk banjir di Lorong Pelita Harapan disana banjir. Ini sudah dimasukan ke anggaran 2018.” Insya Allah bulan depan bisa dilaksanakan. Tentang hotel Aston, apa yang ibu Asmawati informasikan akan kita sampaikan ke Badan Lingkungan Hidup,”ucapnya.

Sementara itu, Camat Kemuning Tris Septiawan mengatakan, pihaknya bersyukur aspirasi masyarakat bisa ditampung anggota dewan. “Masyarakat disini membutuhkan pembangunan infrastruktur. Mudah-mudahan bisa teralisasi,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + seven =