Warga Desa Pagar Batu Deklarasikan LPRA

LAHAT, jurnalsumatra.com – Bertempat di Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, dan dukungan dari seluruh elemen serta tokoh masyarakat Desa Pagar Batu, Selasa (9/7/2019) melakukan Deklarasi Lahan Prioritas Reforma Agraria (LPRA) seluas 180,36 Hektar yang berlokasi di Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat.

Turut hadir dalam acara Deklarasi itu, Kades Pagar Batu, Ketua BPD, Ketua Gerakan Tani Sumsel, Ketua Gerakan Tani Desa Pagar Batu, Forum Pemuda-Pemudi Pagar Batu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, beberapa OKF di Kabupaten Lahat, dan kelompok Aktivis.

Ketua Forum Pemuda-Pemudi Pagar Batu, Febri Haryono menyampaikan, acara Deklarasi ini adalah tindak lanjut dari semua usaha yang dilakaukan selama ini, juga merupakan perjuangan puncak.

“Segala usaha telah kita lakukan. Semua ini untuk merebut kembali hak lahan milik kita. Sebelumnya, sudah dilakukan dengan pendekatan maupun unjuk rasa. Kali ini akan menjadi final perjuangan, besok kita semua akan menyambangi Pemkab Lahat, dan kita tidak akan angkat kaki dari Pemda apabila hak lahan kami belum dikembalikan,” ujarnya dengan nada lantang.

Ketua Gerakan Tani Desa Pagar Batu, Andriansyah menjelaskan, gerakan tani lahir dari sinergi untuk mengambil hak tanah yang selama ini diduga diserobot PT Arta Prigel.

“Tanah itu milik nenek moyang yang hingga ini diambil oleh perusahan Arta Prigel dan kini sudah memperpanjang HGU. Tanpa kontribusi nyata kepada masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh elemen Desa Pagar Batu¬† tidak ada kompromi selain kembalikan lahan milik kami,” tambah Andriansyah.

Sementara, Ketua Gerakan Tani Sumsel, Dede Chaniago mengungkapkan, mengapa dilakukan Reforma Agraria, karena inilah perjuangan mendapatkan hak Agraris Rakyat Indonesia.

“Karena itu, lahan yang dikuasai PT maupun orang asing, kemerdekaan rakyat indonesia adalah menguasai lahan dan mengelola SDA sendiri. Yang menjadi pertanyaan mengapa lahan milik kita sendiri tidak menikmati. oleh karenanya, ayo sama sama kita berjuang untuk merebut kembali lahan tersebut,” seruh Dede.

Ia menambahkan, jika ada PT maka harus memikirkan kesejahteraan masyarakat termasuk soal bidang ketenaga kerjaan. Karena, sudah lebih 25 tahun PT Arta Prigel mengelola tanah Desa Pagar Batu sementara masyarakat tidak menikmati hasilnya.

“Untuk apa tanah itu dikuasai oleh perusahaan, kalau masyarakatnya tidak sejahtera dan tidak menikmati hasilnya. apa kontribusi perusahaan terhadap warga sekitar,” tanya Dede dengan jelas.

Ternyata Deklarasi tersebut mendapat dukungan penuh dari kepala desa (Kades) Desa Pagar Batu Sepriadi memberikan support penuh terhadap perjuangan masyarakat Desa Pagar Batu.

“Oleh karenanya, saya seruhkan kepala seluruh elemen yang mendukung perjuangan ini. kami ucapkan banyak terimakasih baik dari OKF dan rekan rekan media yang telah hadir. Saya mintak agar seluruh masyarakat tetap semangat dalam berjuang untul Reforma Agraria,” tukasnya.

Terakhir acara dilanjutkan dengan pembacaan Naskah Deklarasi yang diikuti seluruh masyarakat Desa Pagar batu. dan besok dijadwalkan seluruh warga desa akan turun kejalan untuk menyampaikam aspirasi mereka ke Pemerintahan Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat, guna memintak jawaban dari Kepala Daerah langsung. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 1 =