Wantimpres: Ekonomi Digital Entaskan Kemiskinan Di Desa

Jakarta, terasnews.id – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih mengatakan keberadaan ekonomi digital memiliki potensi besar untuk mengentaskan kemiskinan di desa terutama di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).
Dalam waktu lima tahun terakhir, perkembangan ekonomi digital sangat cepat sekali dan itu tidak hanya terjadi di kota dan Pulau Jawa, tetapi juga di desa-desa, katanya di Jakarta, Rabu.
Potensi dari ekonomi digital ini sangat besar sekali jika ingin mengentaskan kemiskinan yang ada di desa maupun daerah 3T, ujar Sri dalam seminar “Dengan Cloud Computing Menuju 2020, Indonesia Sebagai Digital Powerhouse di Asia,”.
Dalam seminar yang diselenggarakan Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut, Sri meyakini ekonomi digital menjadi wahana yang efesien dan efektif dalam mengentaskan kemiskinan, karena setiap orang dapat menjual barang, mendapatkan dana bahkan menjual jasa kapanpun dan dimanapun.
Menurut dia, dengan ekonomi digital pula banyak cara yang dilakukan masyarakat desa untuk meningkatkan penghasilannya seperti berjualan secara daring.
“Ini akan menjadi jalan pintas bagi Indonesia untuk mengurangi kemiskinan. Contoh nyatanya, seperti Gojek, banyak orang yang terbuka kesempatannya mendapatkan penghasilan tambahan dan itu lumayan,” jelas Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM tersebut.

Sri menambahkan ekonomi digital menjadi jendela baru bagi masyarakat untuk meningkatkan penghasilan terutama yang berada di daerah 3T.
Meskipun demikian, dia mengakui bahwa kendala utama di daerah 3T adalah infrastruktur seperti listrik dan akses internet. Saat ini elektrifikasi mencapai 95 persen dan diperkirakan tahun depan rasio elektrifikasi semakin meningkat menjadi 100 persen.
“Begitu juga dengan koneksi internet, yang juga akan ditingkatkan serta menjangkau desa-desa di Tanah Air. ”
Direktur Program Magister Manajemen FEB UGM, Profesor Eduardus Tandelilin, berharap melakukan seminar tersebut dapat mengedukasi publik terkait keberadaan komputasi awan sebagai infrastruktur pendudukung bisnis pada masa depan.
“Komponen kunci untuk meningkatkan perkembangan ekonomi digital pada masa depan adalah mengadopsi penggunaan teknologi digital seperti komputasi awan,” kata Eduardus.
Dalam komputasi awan, di dalamnya mengunakan penyimpanan data terukur, komputasi, pemrosesan melalui “artifial intelligence”(AI) atau kecerdasan buatan, “Machine Learning” (ML), “Internet of Things” (IoT), serta sejumlah sarana penunjang lainnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 4 =