Wabub: Serai Wangi Cocok Bantu Ekonomi Masyarakat

Kuantan Singingi, terasnews.id – Wakil Bupati Kuantan Singingi Halim mengatakan tanaman serai wangi cocok dibudidayakan di daerah itu, selain karena kondisi iklim, struktur tanah yang baik juga sangat bermanfaat untuk membantu ekonomi masyarakat, serta tidak membutuhkan modal besar juga pengelolaannya mudah.
“Saya mendukung jika masyarakat memulai usaha tanam serai berawal dari pekarangan rumah,” katanya di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Sabtu.
Wakil Bupati optimistis tanaman ini dapat berhasil jika ditanam di lahan warga, bukan saja di perladangan petani, tetapi juga di pekarangan rumah, karena serai wangi mudah hidup dan tidak susah dikembangbiakkan.
Tanaman Serai wangi juga merupakan bahan baku untuk industri parfum, sabun, kosmetik, antiseptik, pengusir serangga, aromaterapi, pestisida nabati dan pembuatan bio-aditif bahan bakar minyak (BBM), karena itu besar kemungkinan Kuansing membangun industri serai.
“Kami melihat daerah lain bisa membudidayakan tanaman ini secara baik, berhasil dan memberikan motivasi bagi daerah,” sebutnya.
Wakil Bupati Kuansing menyebutkan, saat berkunjung ke Balai Balittro Bogor pada Kamis (31/5), pihaknya melihat secara langsung tanaman serai wangi dikembangkan secara baik, juga mendapat penjelasan secara rinci terkait pengelolaan serai dari Kepala Balai Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Cimanggu Bogor Propinsi Jawa Barat DR Wiratno.

“Tim juga diajak ke kebun percobaan tanaman serai wangi Balitro di daerah Manako, Lembang, Bandung, Jawa Barat,” ujarnya.
Kuansing memiliki ratusan hektare lahan tidur milik masyarakat, jika dimanfaatkan dengan baik akan jelas menguntungkan. Selain itu perusahaan dapat mengelola hal serupa, sehingga peluang bisnis untuk jangka panjang sangat nampak di depan mata untuk dikelola secara baik di daerah Riau.
Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Cimanggu Bogor Propinsi Jawa Barat DR Wiratno mengatakan, tanaman serai wangi dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah dari dataran rendah hingga dataran tinggi (0 – 1.500 m dpl).
“Investasi industri penyulingan tidak membutuhkan modal yang terlalu besar,” ujarnya sebagaimana disampaikan Halim.
Tamanam serai jika dikelola secara baik, maksimal dapat membantu kesejahteraan masyarakat. Selain itu manajemen produksi tidak terlalu rumit hanya dengan bermodalkan Rp2 miliar, industri hasil produksi serai wangi dapat dibangun.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × five =