Verifikasi Imigrasi Dilakukan Di Embarkasi Haji Indonesia

Jakarta, terasnews.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan layanan imigrasi Arab Saudi, termasuk verifikasi biometrik, untuk jamaah haji dihadirkan di Indonesia.
Untuk pertama kalinya, tahun ini layanan biometrik yang mencakup pendataan 10 sidik jari dan foto wajah setiap jamaah haji dilakukan di asrama haji di 18 embarkasi seluruh Indonesia.
“Dengan layanan imigrasi di Tanah Air, maka waktu dan tenaga jamaah haji kita akan jauh terhemat. Mereka tak perlu lagi antri berjam-jam menunggu proses imigrasi di bandara di Madinah maupun Jeddah,” kata Menteri Lukman dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Menag, tahun ini ada dua proses inovatif terkait imigrasi yang akan dilakukan di embarkasi haji di Indonesia. Pertama, proses perekaman data jamaah yang akan dilaksanakan di seluruh embarkasi, baik embarkasi utama maupun embarkasi antara ataupun transit. Proses itu mencakup perekaman biometrik.
Kedua, kata dia, ada proses “pre-clearance” atau verifikasi akhir imigrasi yang tahun ini baru diberlakukan uji coba di tiga embarkasi, yaitu Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG), Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) dan Embarkasi Surabaya (SUB). Khusus tiga embarkasi tersebut, jamaah akan melakukan proses verifikasi akhir berupa perekaman satu sidik jari dan stempel paspor di Bandara Cengkareng dan Surabaya.
“Saudi akan mengirimkan petugas imigrasinya ke Indonesia untuk bertugas pada seluruh embarkasi di Indonesia,” katanya.

Saat ini, ada 18 embarkasi di Indonesia untuk pemberangkatan terdiri dari 13 embarkasi utama dan lima embarkasi antara.
Embarkasi utama meliputi Embarkasi Aceh (BTJ), Embarkasi Medan (MES), Embarkasi Padang (PDG), Embarkasi Batam (BTH), Embarkasi Palembang (PLM), Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG), Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), Embarkasi Surakarta (SOC), Embarkasi Surabaya (SUB), Embarkasi Mataram (LOP), Embarkasi Banjarmasin (BDJ), Embarkasi Balikpapan (BPN) dan Embarkasi Ujung Pandang (UPG).
Sedangkan embarkasi antara ada di Provinsi Bengkulu, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah dan Gorontalo.

“Intinya, sebagian besar proses imigrasi Saudi sekarang dilakukan di semua asrama haji di Tanah Air,” kata dia.
Perbedaan dari kedua proses tersebut, kata Menag, terletak pada perlakuan kepada jemaah pada saat tiba di Bandara Madinah dan Jeddah. Untuk jamaah haji yang berangkat dari embarkasi JKG (dari Lampung, DKI Jakarta, Banten), JKS (Jawa Barat) dan SUB (Jawa Timur, Bali, dan NTT) sudah dilakukan proses “pre-clearance” di Bandara Cengkareng dan Bandara Surabaya.
Bagi penerbangan JKG, JKS dan SUB itu, lanjut dia, akan diperlakukan sebagaimana proses penumpang di penerbangan domestik.
“Tidak ada lagi proses imigrasi di Bandara Madinah dan Jeddah pada saat kedatangan. Jamaah bisa langsung menuju bus setibanya di bandara. Sementara jamaah dari selain JKG, JKS dan SUB hanya akan didata satu sidik jari dan pengecapan paspor saat proses imigrasi di Bandara Madinah dan Jeddah,” kata dia.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + two =