Tak Terima Dianiaya RN Polisikan DM

Lahat, terasnews.id – Lantaran tak terima dirinya telah diduga dianiaya RN (27) yang merupakan warga Blok C Gang Citra no 23 RT 06 RW 02 Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lahat pada Selasa (27/8/19).

Kedatangan RN ke SPK Polres Lahat guna melaporkan NP alias DM seorang warga Komplek Perumahan Refari, Desa Manggul, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

Laporan (LP) diterima langsung oleh AIPTU Jujun Junara, ketika ditanya petugas RN membeberkan secara gamblang bahwa dirinya telah dianiaya oleh DM saat menemui DM guna meminta uang untuk kebutuhan anaknya yang masih balita.

Namun, bukan uang yang didapat melainkan ocehan yang keluar dari mulut DM, dan berujung adu mulut serta berakhir dengan dugaan penganiyaan.

Akibat dari kejadian itu, korban berinisial RN ini mengalami luka lecet dan memar di bagian tangannya, karena terhimpit pintu pagar, saat ditutup paksa oleh DM disertai pengusiran terhadap RN.

Untuk diketahui, bahwa DM dan RN memang sudah tinggal satu rumah lagi (Pisah ranjang) dengan DM sejak RN dan DM sepakat untuk menempuh jalur perpisahan melalui Pengadilan Agama Lahat sejak beberapa waktu lalu.

“Kejadian itu, saat saya memintak uang untuk keperluan membeli susu dan lainnya. Toh, anak saya juga anaknya. Jadi, wajar kalau saya mintak jatah nafkah. Saya tidak menyangka saja, kalau berujung pengusiran dan ocehan yang saya dapat ketika menemui DM,” ungkap RN dengan linangan air mata saat menceritakan persoalan yang menimpa pada dirinya, Jum’at (20/8/2019).

Dari keributan tersebut, korban RN mengalami luka lecet di tangannya dirasa semakin membengkak, maka RN melakukan Visum ke RSUD Lahat. Selanjutnya, berdasarkan hasil Visum pembengkakan itu merupakan efek dari lecetnya tangannya. Terakhir, RN melaporkan dugaan kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ke pihak berwajib.

“Hari Minggu kejadiannya, hari Senin semakin membengkak dan memerah kebiru-biruan, hari Selasa bertambah parah. Makanya saya lapor ke polisi. Dan hari Rabu, luka itu terasa semakin sakit”, urai RN memperlihatkan satu demi satu perkembangan buruk luka tangannya yang diabadikan perhari dalam photo dari Hp nya.

Jum’at (30/8/2019) RN kembali menyambangi Polres Lahat guna mempertanyakan perkembangan laporan atas dirinya itu  semabari mengajak seorang tetangga DM untuk memberikan keterangan kesaksian pada saat kejadian itu kepada pihak penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Lahat.

“Untuk saksi yang laki-laki, itu tidak mau diajak memberikan keterangan. Namun menurut Polwan yang memerika saksi yang perempuan tadi, saksi laki-laki ini akan diberikan surat panggilan untuk dimintai keterangannya terkait kesaksiannya saat kejadian. Sebab aku tahu betul, jika saksi laki-laki ini ada di dekat rumah DM dan melihat kejadian itu,” tambah RN.

Kapolres Lahat, AKBP. Ferry Harahap, SIK didampingi Kasat Reskrim, AKP. Dwi Dharma, SIK melalui Kanit PPA IPDA Omin membenarkan adanya laporan atas nama RN tersebut. Menurutnya, kasus tersebut masih tahap pemeriksaan dan pendalaman.

“Benar, laporan korban dugaan KDRT dan Penganiyaan sudah kita terima. dan RN sudah menjalankan BAP. Sedangkan saksi-saksi masih belum, dan penyidik lagi ke Lubuk Linggau. Hari Senin tolong korban datang dulu ke PPA untuk menjelaskan, siapa saya yang mau dipanggil,” cetus IPDA Omin selaku Kanit PPA Polres Lahat.

Menurutnya, korban sudah mengahadap bersama satu orang saksi pada hari ini, IPDA Omin mengaku akan melakukan pemanggilan terhadap saksi lainnya melalui surat pada hari Senin nanti.

“Insya Allah, senin nanti kita akan layangkan surat panggilan untuk saksi yang lain. Karena Kasat sedang berada di Lubuk Linggau,” cetus Omin.

Terpisah, DM sendiri saat dikonfirmasi terkait hal ini via WhatsAppnya di nomor 0852-9226-…….. DM tidak tidak memberikan jawaban. Sehingga, berita ini diturunkan. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − eleven =