SKP2D Agam Sita Ratusan Botol Minuman Keras

Lubukbasung, Sumbar, terasnews.id – Tim Satuan Koordinasi Penegak Produk Hukum Daerah (SKP2D) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyita sebanyak 244 botol minuman keras berbagai merek dari warung dan kafe di daerah itu dalam dua hari terakhir.
“Minuman keras yang disita dari razia penyakit masyarakat itu kini diamankan di kantor Satpol PP Damkar,” Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Damkar Agam, Gusnel di Lubukbasung, Senin,
Disebutkan, sebanyak  244 botol minuman keras itu disita dari  toko Balai Selasa, Kampung Pinang sebanyak 14 botol jenis Angker Bir.
Lalu Bakimoy Karoke dan Pujasera di Pendakian Kampung Tangan 37 botol jenis Angker Bir, dan Cafe Jamal di  Belakang Pasar Padang Baru Lubukbasung sebanyak 193 botol dengan berbagai merek.

Selain minuman keras, tim gabungan dengan jumlah 30 orang berasal dari Satpol PP Damkar, Polres Agam, Denpom, Kesbang Pol juga mengamankan empat wanita di kafe Jamal di Pasar Padang Baru, Selasa (2/4) sekitar pukul 01:00 WIB.
Ke empat wanita itu dengan inisial W (38), E (33), I (23) dan M (35). Selain itu juga menyita empat unit mesin judi jeckpot di Parik Rantang Mudik Lubukbasung.
“Tidak ada perlawanan dari pemilik saat tim gabungan menyita  minuman keras, mesin judi jeckpot dan lainnya,” katanya.
Operasi penyakit masyarakat ini untuk menindaklanjuti laporan dari warga terkait mesin judi jeckpot, minuman keras, pasangan ilegal di hotel melati dan lainnya.
Saat operasi  tim gabungan hanya mengamankan tiga mesin judi jeckpot, minuman keras dan pengunjung cafe.
Sedangkan mesin judi jeckpot lainnya sudah disimpan pemilik saat tim sampai ke lokasi. Namun pemilik warung diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak menyediakan mesin judi jeckpot lagi.

Sementara itu Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ali Akbar mengatakan, berkas minuman keras ini akan dilanjutkan ke pengadilan karena sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 6 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Minuman Keras.
Terkait dengan empat pengunjung kafe akan didata dan dimintai keterangan. Apabila terbukti maka mereka akan dikirim ke Panti Sosial Andam Dewi dan apabila tidak terbukti sebagai pekerja seks komersial, maka akan diserahkan kepada keluarga.
“Untuk pemilik mesin judi jeckpot akan kita panggil guna membuat berita acara pemeriksaan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 11 =