Sidang Dugaan Perampasaan Lahan Warga

LAHAT,  terasnews.id – Mangkirnya pihak perusahaan sawit PT. Arta Prigel saat sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (Onrechtsmatige daad) dugaan perampasan lahan hak warga tadi pagi (27/3) terulang kembali. Sebelumnya (5/3), saat sidang agenda mediasi sempat tak datang namun ketika diulang kembali seminggu kemudian (12/3) barulah tampak batang hidung Kuasa Direksi PT. Arta Prigel, Yulius. SH dan H. Maringan Siregar. SH.

Hal itu dikatakan Pengacara Warga, Firnanda. SH. CLA saat ditemui jurnal sumatra di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Lahat tadi siang (27/3) usai sidang dugaan perampasan hak dengan agenda pembacaan gugatan.

Ditambahkan Firnanda, kedatangannya dari Jakarta ke Lahat selalu tepat waktu saat sidang ini membuktikan bahwa dirinya benar-benar serius untuk mematuhi tata tertib sidang yang telah dijadwalkan oleh PN Lahat.

Selain itu, jelas Firnanda, niatnya membela hak warga yang diduga telah tertindas oleh PT. Arta Prigel secepatnya menemui titik terang bahwa kebenaran ada dipihak warga Dahlian.

“Saya sangat mengharapkan agar PT. Arta Prigel selau kooperatif dan tepat waktu yang telah dijadwalkan oleh PN Lahat. Kalau kejadian ketidakhadiran PT. Arta Prigel terus berulang, maka tidak menutup kemungkinan PT. Arta Prigel secara sengaja mengulur waktu dalam proses persidangan,” tegas Firnanda.

Walau tanpa kehadiran PT. Arta Prigel sidang dugaan perampasan lahan warga agenda pembacaan gugatan tadi pagi (27/3) terus digelar oleh Ketua Majelis Hakim yang dipimpin langsung Ketua PN Kelas II A Lahat Agus Pancara. SH. M.Hum didampingi Hakim Anggota 1 Dicky Syarifudin. SH. MH dan Hakim Anggota 2 Mahartha Noerdiansyah. SH.

Saat sidang berlangsung, Firnanda SH CLA selaku kuasa hukum Dahlian sempat melayangkan sikap keberatan. Pasalnya selama ini tergugat satu (PT Arta Prigel red) hanya menghadirkan kuasa direksi, bukannya Direktur PT Arta Prigel.

“Kita sayangkan kenapa Hakim Mediator tidak menegur kuasa direksi, untuk menghadirkan perinciple perusahaan. Dalam hal ini Direktur PT Arta Prigel. Atas kejanggalan ini, kami merasa keberatan,” tegas Firnanda

Menanggapi keberatan Firnanda, Ketua Majelis Hakim, Agus Pancara menjelaskan bahwa bagaimana cerita sebenarnya saat berlangsungnya mediasi, itu penangannya mutlak Hakim Mediator dan dirinya beserta hakim anggota sidang saat ini tidak berhak memberikan komentar.

Setelah itu, Ketua Majelis Hakim Agus Pancara mempertanyakan kesepakatan pelaksanaan sidang berikutnya kepada Dahlian dan pihak BPN Lahat serta pihak Pemkab Lahat yang disepakati sidang berikutnya dengan agenda yang sama pada Senin (9/4) mendatang. (DIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =