Ribuan Guru Honorer Terima Insentif Perbulan

Palembang. Terasnews.id – Sebanyak 3.074 guru honor tingkat SD dan SMP di Kota Palembang mendapatkan Surat Keputusan (SK) Walikota. Guru honor yang mendapatkan SK Walikota akan mendapatkan insentif sebesar Rp 500 ribu perbulan.

Hal tersebut diungkapkan Pjs Walikota Palembang Ahmad Najib dalam acara penyerahan Surat Keputusan Walikota Palembang kepada guru dan tenaga kependidikan honorer SD dan SMP sekota Palembang di aula SMKN 2, Rabu (14/3/2018).

Ahmad Najib mengatakan, sebanyak 3.074 guru honor mendapatkan dana insentif Rp 500 perbulan. “Dengan adanya SK Walikota maka pemberian insentif ini tidak melanggar aturan. Guru PNS kan jumlahnya terbatas, sehingga keberadaan guru honor sangat membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ujarnya.

Najib menuturkan, saat ini Kota Palembang kekurangan guru PNS karena banyak yang pensiun. “Pemberian insentif ini diharapkan memberikan semangat kepada guru honor dalam menjalankan tugasnya,” ucapnya.

Kendati mendapat SK Walikota, kata Najib, itu tidak diangkat menjadi CPNS. Pasalnya, untuk pengangkatan CPNS itu ada aturannya. “Beberapa tahun lalu, ada pembatasan penerimaan guru CPNS. Tahun ini ada sudah dibuka lagi formasi penerimaan guru CPNS, untuk menjadi CPNS ada mekanisme sendiri melalui tes,” bebernya.

Najib menjelaskan, pemberian SK ini juga merupakan salah satu langkah untuk melegalkan pemberian gaji dari pos dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Insentif yang mampu diberikan Pemkot Palembang baru senilai Rp 500 ribu untuk 1.700 guru honor pada 2017 dan 2018 ini meningkat menjadi 3.074 guru honor. Itu alasan kita mengeluarkan SK tersebut. Kita juga berharap agar kedepan insentifnya dapat sama dengan UMG saat ini yakni satu juta rupiah,” paparnya.

Selain itu, Najib menambahkan, pemberian SK ini juga sebagai syarat guru honor yang belum mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) untuk mendapatkannya. Pasalnya, NUPTK ini sendiri merupakan persyaratan guru honor tersebut untuk mendapatkan sertifikasi guru tenaga kependidikan (GTK) non-PNS dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto menuturkan, pada 2013 pihaknya juga sudah memberikan insentif kepada 331 insentif guru pinggiran dan sekolah kecil. Kemudian pada  2017/2018 per Januari ini pihaknya kembali memberikan insentif kepada guru honor yang sudah ada NUPTK dengan masa kerja minimal lima tahun itu sebanyak 1.050 orang dengan insentif senilai Rp 500 ribu.

“Perwali kita mematok dulu di batas 3.074 berkenaan dengan insentif ini, namun 1.600 GTK diantaanya baru akan menerima insentif pada tahun anggaran 2019. Karena pak wali juga sudah menyampaikan akan meningkatkan kesejahteraan guru minimal mendekati Upah Minimum Guru bahkan UMR,” pyngkasnya. (yaNti)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 10 =