Polres Bantul Siapkan Jalur Utama Mudik Lebaran

Bantul, terasnews.id – Kepolisian Resor Bantul, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan jalur utama mudik Idul Fitri 1439 Hijriah dari Jalan Wates Sedayu atau kendaraan pemudik yang datang dari arah barat untuk melintasi kabupaten ini.
“Untuk jalur utama kami siapkan di Sedayu (Jalan Wates), kemudian setelah melewati apakah mau ke Ketandan (Simpang Empat Banguntapan) atau bablas ke arah Solo (Jawa Tengah),” kata Kepala Bagian Ops Polres Bantul Kompol Jan Benjamin, di Bantul, Jumat.
Jalur utama mudik di wilayah Bantul itu sudah dipastikan dalam kondisi siap dilintasi kendaraan pemudik Lebaran 2018, dan dari pihak Polres Bantul juga mendirikan pos pengamanan (pospam) dengan penempatan personel di Simpang Sedayu.
Kabag Ops mengatakan, beberapa jalur alternatif mudik di wilayah Bantul juga sudah disiapkan, seperti yang datang dari jalur selatan masuk ke Bantul melalui Jalan Raya Srandakan setelah melalui Kabupaten Kulon Progo.
“Dari Srandakan itu kemudian pemudik bisa bablas sampai ke Palbapang Bantul, kemudian ke Jalan Imogiri, dari situ kemudian bisa masuk akses ke Druwo maupun Wojo, kemudian kembali naik ke arah Solo ataupun arah lainnya,” katanya.

 Ia juga mengatakan, apabila di Simpang Empat Sedayu masuk ke wilayah Bantul (Jalan Wates) arus lalu lintas dalam kondisi padat, maka arus kendaraan diarahkan melewati Pajangan kemudian ke Palbapang dan Bakulan kemudian Jalan Imogiri.
Dalam pengalihan arus lalu lintas di jalur alternatif mudik itu, menurut dia, Polres Bantul berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan termasuk dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pemecahan kepadatan arus itu.
Kompol Jan Benjamin mengatakan, dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2018 itu, dikemas dalam kegiatan Operasi Ketupat Progo 2018, dengan Polres Bantul mengerahkan sekitar 450 personel dari polres dan polsek jajaran.
Ia mengatakan, ada empat penekanan penting dalam kegiatan penggelaran operasi tersebut. Pertama menjamin kelancaran pendistribusian pangan, kedua antisipasi potensi terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Kemudian antisipasi potensi terjadi bencana alam dan juga potensi terjadi gangguan kamtibmas lainnya. Yang keempat, antisipasi potensi ancaman terorisme baik terhadap kegiatan kemasyarakatan, anggota kepolisian maupun objek-objek vital dan markas kepolisian,” katanya pula.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =