Polisi: Pelempar Batu Jembatan Cikunir Tidak Gila

Bekasi, terasnews.id – Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, memastikan orang yang diduga mengalami gangguan jiwa kemudian diamankan petugas atas tuduhan sebagai pelaku pelemparan batu di jembatan layang Cikunir pada Selasa (5/6) tidak terbukti bersalah.
“Orang yang diduga gila ini diamankan petugas Satpol PP dan diserahkan ke Polisi Jalan Raya (PJR) kemudian diserahkan ke kami (Polrestro Bekasi Kota),” kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Bekasi, Jumat.
Menurut dia, pria yang diduga mengalami stres itu ditangkap petugas Satpol PP dari jembatan Cikunir Kota Bekasi pada Rabu (6/6) pagi karena dianggap mencurigakan.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kata Indarto, polisi tidak menemukan sedikit pun bukti keterlibatan yang bersangkutan dalam insiden pelemparan batu yang menewaskan pengendara di Tol Jakarta Cikampek KM 6.300 A.
“Memang inisiatif dari Satpol PP itu bagus, sehari pascakejadian dia langsung mengawasi TKP dan mengamankan diduga pelaku. Namun hasil pemeriksaan kami tidak ada keterkaitan dia dengan kejadian,” katanya.
Hasil pemeriksaan kepolisian menyebutkan bahwa pria tersebut duduk di jembatan penyeberangan Kelurahan Jatiwaringn, Kecamatan Pondokgede, karena kelelahan usai menempuh perjalanan dari Grogol tanpa tujuan yang jelas.
“Dia hanya jalan kaki mulai dari Grogol tanpa tujuan yang jelas sampai sini kecapaian, lalu duduk. Tidak lama kemudian datang Satpol PP dan ditangkap,” katanya.

Indarto memastikan hingga saat ini pihaknya masih memburu pelaku pelemparan batu di jembatan penyeberangan Cikunir yang menewaskan seorang pengendara di Tol Jakarta-Cikampek Saeful Mazazi.
“Pelaku masih dalam pencarian. Kita masih lidik,” kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Bekasi, Jumat.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan dari Vice President Divisi Operation Management PT Jasa Marga Bagus Cahya AB, bahwa pelaku pelemparan batu sudah diamankan dan dikabarkan mengalami kelainan jiwa.
Korban yang mengendarai mobil Calya bernomor polisi G 8696 ZP tewas setelah tertimpa batu yang dilempar oleh orang tak dikenal.
Kejadian pada mobil kedua tidak lama, berselang sekitar 10 menit kemudian.
“Kejadiannya tidak langsung berbarengan, menurut keterangan saksi-saksi, pengendara mobil dibantu istrinya yang duduk di sampingnya, dibantu ke pinggir, setelahnya baru ada lagi yang melempari batu dan mengenai mobil satunya,” ujar Indarto.
Atas insiden tersebut, Indarto menginstruksikan personelnya untuk bersiaga selama 24 jam di 15 titik jembatan di area Bekasi.
“Jembatan-jembatan ini kan tidak hanya Pemkot Bekasi yang mengurus, namun penanggungjawabnya juga ada pada PT Jasa Marga. Kami sudah berkoordinasi, mereka respons,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 6 =