Polda Riau Ultimatum OTT Pembakar Lahan

     Pekanbaru, terasnews.id – Kepolisian Daerah Riau memberikan ultimatum berupa operasi tangkap tangan kepada pelaku pembakar lahan dan hutan, yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan signifikan.
“Pembakaran lahan merupakan kejahatan luar biasa,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Nandang di Pekanbaru, Senin.
Untuk itu, ia menjelaskan pihaknya terus berupaya menekankan upaya terapi kejut dengan melakukan OTT kepada pelaku pembakar lahan.
Menurut dia, sinergi dengan TNI terutama Komando Distrik Militer di wilayah Riau serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi kunci dalam proses pengungkapan pelaku pembakar lahan.
“Iya (OTT pelaku pembakar lahan), kita sinergi dengan Kodim, BPBD dan masyarakat untuk melawan Karhutla secara bersama-sama,” ujarnya.
Meski begitu, dia menuturkan tugas utama Kepolisian dalam penanganan bencana Karhutla adalah melakukan pemadaman terlebih dahulu. Selanjutnya baru kita lakukan penyidikan, “Ini lahan punya siapa,” tegasnya.
Dalam sepekan terakhir, terjadi peningkatan luas Karhutla secara signifikan di Provinsi Riau mencapai lebih 400 hektare.  Pada awal pekan kemarin, Senin (16/7), total luasan Karhutla di Riau tercatat mencapai  2.006,91 hektare sepanjang Januari hingga medio Juli 2018.
Sementara data terakhir hingga Sabtu (21/7) mencapai terjadi eningkatan angka luasan Karhutla mencapai 2.425 hektare. Sebagian besar Karhutla terjadi di wilayah pesisir Riau. Total enam kabupaten kota yang mengalami kebakaran hebat dengan luasan diatas 100 hektare.
Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 938,31 hektare. Selanjutnya di Kabupaten Bengkalis 389,5 hektare, Dumai 389,25 hektare, Rokan Hilir 247,25 hektare, Siak 131,5 hektare dan Indragiri Hulu 128,5 hektare.
Lebih jauh, Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menjelaskan Kepolisian hingga kini tengah menangani delapan kasus Karhutla dengan enam orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.
“Dari delapan kasus, empat masih dalam penyidikan. Selebihnya ada yang P21dan tahap II,” katanya.
Penanganan kasus Karhutla tersebut disidik disejumlah Polres seperti Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 9 =