PN Tangerang Sidangkan Gugatan Malpraktek Bayi Jared-Jayden

    Jakarta, terasnews.id – Majelis hakim Tangerang Banten akan menggelar sidang gugatan perdata dugaan malpraktek yang diajukan ibu bayi kembar Jared Christopel dan Jayden terhadap Rumah Sakit Omni Alam Sutera, serta dokter spesialis anak FL dan dokter spesialis kandungan AHS.
“Sidang gugatan terhadap tergugat RS Omni dan dua dokter akan digelar Rabu (11/7) di PN Tangerang,” kata ibu bayi kembar Jared dan Jayden, Juliana Dharmadi di Jakarta Senin.
Juliana mengatakan pihaknya memberikan kuasa hukum kepada Maddonleo T Siagian guna menggugat dokter FL sebagai tergugat I, RS Omni (tergugat II) dan dokter AHS (turut tergugat).
Juliana menjelaskan gugatan perbuatan melawan hukum itu terkait dugaan malpraktek dilakukan tergugat I yang bekerja dan berada di bawah tanggung jawab RS Omni Alam Sutera.
Dalam upaya perawatan Jared dan Jayden, Juliana menuturkan pihak tergugat diduga tanpa meminta persetujuan dan pemberitahuan yang menimbulkan kerugian dengan menambah kondisi kedua anak kembarnya itu menderita cacat permanen.
“Anak saya bernama Jared mengalami kebutaan total dan mata silinder diderita Jayden,” ungkap Juliana.
Juliana mengaku sempat mendatangi sejumlah petugas rumah sakit spesialis mata di Jakarta bahkan memeriksakan kondisi mata kedua bayi kembarnya ke Westmead Childrens Hospital Sydney Australia yang ditangani dokter spesialis mata dan retina Jeremy Smith.

       Dari seluruh pemeriksaan dokter yang menangani, Juliana mengungkapkan Jared mengalami kebutaan total diduga akibat malpraktek yang mengakibatkan kerusakan syaraf pada bagian retina sehingga tidak dapat dilakukan operasi dan transplantasi.
Juliana mengemukakan dokter di RS Omni yang menangani Jared dan Jayden terindikasi tidak mengambil tindakan pencegahan sesuai prosedur standar operasional, serta tidak menyampaikan informasi yang jelas dan akurat terkait kesehatan maupun kondisi organ tubuh kedua bayi kembar tersebut.
Terkait hal itu, Juliana menggugat para tergugat untuk ganti rugi secara materil maupun immateril sekitar Rp2,68 miliar.
Sebelumnya, Juliana pernah melaporkan dugaan malpraktek dokter di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, namun penyidik Polda Metro Jaya mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) sekitar 2010.
Pihak orang tua bayi sempat mengadukan keluarnya surat penghentian itu ke Propam Polda Metro Jaya lantaran dicurigai adanya tindakan penyalahgunaan yang dilakukan penyidik saat proses penyelidikan.
Bahkan Juliana menemui Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri guna meminta dukungan agar kasus itu dibuka kembali.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 8 =