Pj Gubernur Sumsel Hadi Prabowo

Palembang , terasnews.id – DPRD Provinsi Sumsel menggelar rapat paripurna Istimewa ke 25 dengan agenda pengumuman pengunduran diri Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki periode 2013-2018 di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel, Rabu (19/08/2018).

Rapat dipimpin Plt Ketua DPRD Sumsel M Yansuri dan didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD Sumsel, Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki

 Yansuri mengatakan,    DPRD Sumsel telah menerima surat dari Gubernur Sumsel No 130/1383/I/2018 hal tentang pengunduran diri Gubernur Sumsel dan surat tembusan dari Wakil Gubernur Sumsel  No 150/1389/I/2018 hal tentang mengunduran diri Wakil Gubernur Sumsel sisa masa jabatan 2013-2018. Karena pencalonan sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

“Berkenaan dengan hal tersebut, DPRD Sumsel  pada hari Senin (17/9) telah melakukan rapat pimpinan dengan pimpinan fraksi-fraksi yang ada di DPRD Sumsel dalam rangka melakukan perubahan  dan penambahan jadwal kegiatan pimpinan dan anggota DPRD Sumsel .  Berdasarkan hasil rapat pimpinan  dengan pimpinan fraksi-fraksi telah ditetapkan penambahan jadwal rapat paripurna istimewa 25 DPRD Sumsel, Rabu (19/9) dengan agenda pengumuman pengunduran diri Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel ,” katanya.

Yansuri menjelaskan,  karena keduanya  maju dalam pencalonan DPR RI  periode 2019-2024 dan hal tersebut telah disampaikan kepada Presiden RI melalui Mendagri.

“Telah keluar Kepres RI No 136/P tahun 2018 tentang pengesahan pemberhentian dengan hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel masa jabatan 2013-2018 dan pengangkatan penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Drs Hadi Prabowo MM yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sampai dengan dilantiknya  Gubernur Sumsel periode 2018-2023 definitif. Terhitung mulai tanggal 21 September hingga tanggal 7 November nanti Drs Hadi Prabowo MM akan menjadi Pj Gubernur Sumsel. Ini karena adanya kekosongan kepala daerah, kan Alex Noerdin dan Ishak Mekki sama-sama maju di pileg 2019, sehingga mereka berdua harus mengundurkan diri,” kata Yansuri.

Meskipun menjabat sebagai Pj Gubernur, kata Yansuri, wewenang yang dipegang Pj terbatas. Namun dalam kondisi dan situasi tertentu Pj juga bisa mengambil kebijakan penting.

“Kalau kebijakan pasti terbataslah mudah-mudahan tidak ada yang penting. Pada pembahasan APBD induk tahun depan, kita ingin memasukkan program dari Gubernur terpilih, agar janji-janji politik selama kampanye bisa diwujudkan,”  bebernya.

Terpisah, Mantan Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki berharap Gubernur yang baru terpilih dapat melanjutkan keberhasilan Sumsel dan menuntaskan pekerjaan yang belum terselesaikan.

“Mungkin masih banyak pekerjaan yang masih tertunda dan belum selesai. Saya harap pembangunan di Sumsel bisa terus lebih baik,”  pungkasnya.  (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − three =