PHL Minta Pihak CBS Secepatnya Turunkan Pesangon

Muba , terasnews.id – Meski managemen PT. Cangkul Bumi Subur (CBS) yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit diwilaya desa Kramat Jaya, Kecamatan Sungai, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memberi kesempatan untuk bekerja bagi Pekerja Harian Lepas (PHL) yang terkena pemutihan ditahun 2016 lalu. Namun belakangan ini PHL yang resmi di PHK itu resah, karena tak kunjung mendapat kejelasan mengenai pesangon mereka.

“Kami kena pemutihan itu tahun 2016, kurang-lebih 18 orang. Waktu itu kami dimintai buku tabungan data untuk mendapat pesangon, namun tak kunjung turun. Merasa kurang jelas kami sempat mendatangi kantor, nah disitu Maneger perusahaan bilang mudah-mudahan kami akan dipanggil.

Namun sampai kini kami belum juga dipanggil untuk mendapatkan pesangon, padahal kami bekerja diperusahaan itu sudah rata-rata 6 bahkan ada yang 8 tahun,” demikian dikatakan Hosnah (58) salah-satu Karyawan PT CBS saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com dikediamannya, Jum,aat (16/11/2018).

Menurut Hosnah, karyawan yang terkena pemutihan ingin bekerja memang masih diberi kesempatan oleh pihak perusahaan, namun kejelasannya bagaimana. “Kalau hanya diperpanjang masa kerja, sementara pesangon tidak jelas, yach keberatan lah pak.

Disini saya tidak berasumsi negative, yang jelas kami sudah tua sudah tidak kuat lagi untuk bekerja. Ditambah lagi pergi bekerja berjalan kaki dengan jarak-tempu kurang- lebih dari tiga kilometer. Mana ada jemputan, pukul 4 subuh pak berangkat kerja. Oke sekarang masih bisa bekerja. Seandainya kami sudah tidak mampu lagi untuk bekerja bagaimana, nanti kami dibilang mengundurkan diri dan tidak menerima pesangon. Maka itu kami minta bantuan dari bapak untuk menyampaikan ke pihak-pihak terkait, supaya pesangon kami secepatnya diturunkan.”Harap dia.

Sementara ketika dikonfirmasi Manager PT CBS Pahmi menjelaskan, kalau pesangon Karyawan Harian Lepas (KHL)  yang terkena pemutihan pada tahun 2016 lalu, sudah diusulkan ke kantor pusat, namun hingga kini belum ada persetujuan.

“Jadi mereka ini sudah lewat umur dari 55 tahun, jadi kita minta datanya dilengkapi, terus sudah kita usulkan, kalau tidak salah dibulan maret 2018, tapi sampai sekarang belum ada persetujuan dari atas. Nah kalau memang belum, kita sudah sampaikan juga denga pak kades, biarlah, teruslah duluh bekerja. Yang rugi siapa, perusahaan yang rugi mempekerjakan orang yang sudah tua tadi tidak dapat hasil lagi. Jadi tetaplah duluh, jangan tidak bekerja rugi.

Kalau harapan kita mereka dapat, ini tetap kita usahakan, kalau mau memastikan 100% kita tidak bisa juga, tapi dari pengalaman tetap dibayar, walaupun prosesnya agak lambat. Jangan mundur selagi belum dapat kejelasan, sebenarnya ini sudah ku sampaikan juga dengan pimpinan, kalau memang tidak bisa diberi pesangon, kasih tau tidak, biar permasalahan ini naik ke Disnaker.”Ungkapnya. (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + fifteen =