Pemkot Malang Segera Terapkan Aplikasi E-Kinerja

Malang, terasnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera menerapkan aplikasi kinerja elektronik (e-kinerja) guna meningkatkan kualitas kerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Anita Sukmawati di Malang, Rabu mengatakan e-kinerja tersebut akan diterapkan tahun depan. “Untuk persiapan penerapan e-kinerja ini, kami sudah mempersiapkannya sejak sekarang,” kata Anita di Malang, Jawa Timur.
Ia mengemukakan sebagai langkah persiapan penerapan e-kinerja, belum lama ini pihaknya menggelar bimbingan teknis (bimtek) penggunaan aplikasi tersebut bagi kasubag umum dan kepegawaian di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) agar nanti tidak menemui kesulitan dalam penerapannya.
Anita berharap pada Mei hingga Desember tahun ini semua OPD sudah bisa dan terbiasa menggunakan e-kinerja, sebab aplikasi e-kinerja sangat efektif dalam meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) dalam melaksanakan tugasnya.
Ia mengatakan dalam bimtek yang digelar awal pekan ini, dihadiri oleh Kepala Seksi Supervisi Kepegawaian BKN Regional II Jatim Samsul Hidayat yang memaparkan selain Kota Malang, sudah ada beberapa pemerintahan daerah yang menerapkan aplikasi penilaian kinerja.

Beberapa daerah yang telah menerapkan e-kinerja, di antaranya adalah Pemkot Surabaya, Pemkab Banyuwangi, Pemkab Sidoarjo, Pemkab Sampang, dan Pemkab Kediri. Sesuai instruksi, pada 2019 semua pemerintahan daerah sudah harus menggunakan aplikasi penilaian kinerja, dimana tujuan jangka panjangnya adalah menuju tahun 2025, yakni “dynamic government”.
Menurut dia, e-kinerja adalah aplikasi yang mampu mengefektifkan dan meningkatkan kinerja dari ASN sehingga kualitas pekerjaannya akan benar-benar terkontrol dan berkualitas. Dengan penggunaan e-kinerja tersebut, akan dapat menempatkan posisi yang tepat bagi para ASN sesuai dengan potensi dan kompetensi yang dimilikinya.
Menurut dia, dampak e-kinerja bagi masyarakat sangat besar, karena dengan dasar hasil penilaian dari e-kinerja ini bisa menempatkan “the right man in the right place”. Jika orang yang ditempatkan sudah tepat, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga akan lebih baik.
Di tahun 2025, katanya, terciptanya “dynamic government” mengharuskan semua hal terintegrasi, sehingga semua pekerjaan akan terdata dan terkoneksi dengan tujuan mempermudah dan mengefektifkan kinerja serta pengawasan.
“Kalau kinerja sudah bisa dinilai dengan data, faktor suka atau tidak suka dalam menempatkan seseorang bisa diminimalisasi. Namun, penghargaan bagi yang berprestasi dan sanksi bagi yang tidak memenuhi kualifikasi kinerja juga tetap diberlakukan,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three − 2 =