Pemkab Kotim Alokasikan Rp42 Miliar Tanggulangi Karhutla

Sampit, Kalteng, tearsnews.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, akan menggunakan dana bagi hasil dana reboisasi atau DBH-DR sekitar Rp42 miliar untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Selama ini dana itu mengendap karena tidak bisa digunakan sembarangan, namun peraturan terbaru memperbolehkan dana itu diarahkan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Makanya akan kami gunakan,” kata Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor di Sampit, Selasa.
Sebelumnya, Kotawaringin Timur memiliki DBH-DR sebesar Rp118 miliar yang mengendap cukup lama. Penggunaan dana itu di bawah koordinasi pemerintah pusat dan tidak bisa bicara langsung untuk kegiatan pembangunan daerah dialokasikan dalam APBD.
Besarnya dana yang mengendap tersebut mempengaruhi performa pengelolaan keuangan daerah karena memperbesar dana yang tidak terserap setiap tahunnya. Banyak program diusulkan pemerintah daerah dengan menggunakan dana tersebut, namun tidak disetujui.
Perkembangan terakhir, DBH-DR yang tersisa sekitar 84 miliar. Peraturan terbaru ternyata memperbolehkan dana itu digunakan 50 persen untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Halikinnor yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur mengaku sangat bersyukur dengan peraturan baru tersebut. Apalagi Kotawaringin Timur memang sangat membutuhkan dana untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Kotawaringin Timur merupakan salah satu daerah paling rawan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah karena memiliki tanah gambut dalam yang sangat luas. Tanah gambut akan sangat kering ketika kemarau sehingga mudah terbakar, padahal untuk memadamkannya sangat sulit karena api terus membakar ke dalam tanah, meski di permukaan sudah padam.
Pemerintah daerah akan membentuk masyarakat peduli api di 17 kecamatan di kabupaten ini. Pembiayaannya rencananya akan menggunakan dana dari DBH-DR tersebut.
“Dana DBH-DR ini yang nanti akan kami gunakan untuk berbagai keperluan seperti membeli peralatan operasional, bahan bakar, personel dan fasilitas pendukung lainnya. Ini sangat penting untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat peduli api diharapkan bisa terbentuk hingga ke tingkat desa,” tambah Halikinnor.
Halikinnor mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Pengalaman pahit kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap parah pada 2015 lalu Jangan sampai terulang karena dampaknya sangat luas mengganggu kehidupan masyarakat hampir di semua sektor seperti perekonomian kesehatan pendidikan dan lainnya.( anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =