Pelajar SMKN Takengon Juara Debat Bahasa Jerman

     Banda Aceh, terasnews.id – Dua pelajar putri Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Takengon, Aceh Tengah, berhasil meraih juara pertama debat bahasa Jerman tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung 15 hingga 18 Agustus 2018.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, T Miftahuddin di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan, keduanya berhasil mengalahkan utusan sekolah kejuruan dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
“Kedua pelajar putri juara pertama debat bahasa Jerman tersebut yakni  Retno Wulandari dan Nikmaturrofiah. Keduanya dari SMKN 1 Takengon, Aceh Tengah,” tambahnya.
Selain bahasa Jerman, Dinas Pendidikan Aceh juga menggelar debat bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang. Debat bahasa tersebut khusus diikuti pelajar SMK, tidak sekolah menengah atas atau SMA.
Untuk juara debat bahasa Indonesia diraih SMKN 1 Karang Baru, Aceh Tamiang. Juara debat bahasa Inggris diraih SMK Penerbangan Aceh Besar. Serta juara debat bahasa Jepang direbut SMKN 1 Banda Aceh.
Isnaini, guru pendamping SMKN 1 Takengon mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. Prestasi juara pertama tingkat provinsi itu diraih berkat kerja keras Retno Wulandari dan Nikmaturrofiah.
“Ini tahun ketiga SMKN 1 Takengon mengikuti debat bahasa Jerman. Dan tahun ini pula dua anak didik kami berhasil meraih juara pertama,” kata Isnaini yang juga guru bahasa Jerman di SMKN 1 Takengon.
Sementara itu, Retno Wulandari mengatakan, bahasa Jerman merupakan mata pelajaran wajib di SMKN 1 Takengon. Untuk mengikuti debat bahasa tingkat, dirinya bersama Nikmaturrofiah mengikuti pelajaran bahasa Jerman tambahan.
“Kami mengikuti pelajaran bahasa Jerman tambahan sejak sebelum puasa lalu tiga kali dalam seminggu. Kendala bahasa Jerman susah pada pengucapan,” tambahnya.
Ketua Panitia Debat Bahasa Dinas Pendidikan Aceh, Zulkarnaini mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan. Selain itu juga ajang seleksi ke tingkat nasional.
“Debat bahasa diikuti pelajar SMK dari seluruh Aceh. Kegiatan ini sebagai ajang pembinaan dan uji kemampuan sejauh mana penguasaan bahasa Indonesia maupun asing pelajar SMK di Aceh,” papar Zulkarnaini.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin mengharapkan kepada para pelajar SMK untuk menguasai bahasa, tidak hanya Indonesia, tetapi juga asing.
“Apalagi dalam menghadapi persaingan global, pelajar SMK yang nantinya lulus dan masuk dunia kerja harus mampu menguasai bahasa asing sebagai alat komunikasi,” lanjutnya.
Oleh karena itu, sebut dia debat bahasa ini sebagai ajang menguji kemampuan dalam meningkatkan kepercayaan diri berbahasa, terutama bahasa asing yang menjadi alat komunikasi internasional.
“Kepada para juara, kami ingatkan untuk tidak besar hati. Tapi, teruslah belajar meningkatkan kemampuan berbahasa. Bagi yang belum juara, janganlah kecil hati. Teruslah belajar meraih prestasi,” pungkas Syaridin.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =