Pejabat Kemenag Abdya Dipolisikan Akibat Status Medsos

     Blangpidie, Aceh, terasnews.id – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Tajri bin Yakub dilaporkan ke pihak berwajib oleh aktifis LSM Koalisi Rakyat Bersatu (KRB), akibat status facebook yang dinilai merugikannya.
Ketua LSM KRB, Saharuddin di Blangpidie, Kamis mengatakan, Tajri  dilaporkan ke Polres Abdya karena diduga telah melakukan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) melalui akun facebooknya.
“Tajri sudah kami laporkan ke Polres Abdya Rabu (11/7). Pejabat di Kemenag itu, kami laporkan ke pihak berwajib atas tindak dugaan pelanggaran UU ITE,” ungkap Saharuddin di dampingi dua pengacara dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).
Dua pengacara dari YARA yang ikut mendampingi Saharuddin membuat laporan ke Polres Abdya tersebut, yaitu Andi Suhanda, SH dan Muzakir AR, SH, kemudian ditambah lagi Said Fadhli, aktifis LSM KRB yang membidangi Ketua Devisi Advokasi dan Investigasi.
“Saya sangat tersudut ketika membaca sebuah status di akun facebook Tajri bin Yakub pada tanggal 8 Juli 2018. Sebab dalam status tersebut ditulis kata-kata yang mengandung unsur fitnah yang sangat merugikan nama baik saya,” ungkap Saharuddin.
Karena, lanjut dia, dalam status tersebut ditulis PT Cemerlang Abdya (CA) menyiapkan dana untuk kegiatan demo tenaga kontrak melalui dirinya nominal Rp2,5 miliar yang diperuntukkan untuk peserta unjuk rasa Rp500 ribu/orang dengan kalkulasi Rp500 ribu dikalikan 5.000 orang.
“Status facebook yang ditulis oleh Tajri bin Yakub tentang PT CA menyiapkan dana melalui saya sebanyak Rp2,5 miliar untuk kegiatan demo itu hoax, sama sekali tidak benar,” ujar warga Desa Kuta Jumpa tersebut sambil menunjukkan bukti surat laporan polisi kepada wartawan.
Saharuddin mengaku dengan dipostingnya status hoax oleh seorang pegawai Kemenag Abdya tersebut membuat kehidupan dirinya tidak nyaman.
Selain timbul berbagai anggapan miring dari masyarakat, banyak peserta aksi mencari dirinya untuk meminta uang tersebut.
“Makanya saya lapor kasus ini pada polisi agar warga mengetahui apa yang dituduhkan ke saya itu sama sekali tidak benar,” katanya.
Ia menjelaskan, aksi damai tenaga kontrak yang digelar di DPRK Abdya beberapa hari lalu murni tanpa ditungangi oleh siapapun.
Terpisah, Kasubag TU Kemenag Abdya Tajri bin Yakub saat diminta tangapannya oleh wartawan mengaku tidak masalah jika dirinya dilaporkan ke pihak berwajib, apalagi setiap warga negara Indonesia berhak melaporkan sebagaimana diatur oleh undang-undang.
“Silahkan saja dilaporkan, karena itu hak setiap warga negara Indonesia. Bagi saya itu tidak masalah dan saya selaku abdi negara, abdi masyarakat yang taat, tunduk, dan patuh terhadap negara saya jalani proses hukumnya. Jadi, tidak masalah, laporkan saja,” kata Tajri.
Tajri mengaku, status yang ditulis tersebut hingga kini masih ada di akun facebook milik dirinya, hanya saja tidak bisa lagi diakses untuk dilihat ataupun dibaca oleh orang lain, karena status tersebut sudah dikuncinya untuk barang bukti penyidik maupun pengadilan nanti.
“Kita ini tetap ada sahabat di antara mereka-mereka itu. Sebelum isu ini mencuat, sahabat yang masih setia itu sudah lebih duluan beritaukan ke saya bahwasannya status saya itu akan dilaporkan ke polisi. Tidak ada masalah saya bilang, dan tidak saya hapus status itu,” sambung dia.
“Berhubung isu lapor itu sudah mencuat, makanya saya kunci dulu. Kalau tidak saya kunci nanti bias ke yang lain. Dan pesan saya beginilah yang paling bagus, kalau bisa warga Abdya harus cerdas semua, jangan hanya ketawa-ketawa di warung kopi saja,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + eighteen =