P3AP2KB Sleman Adakan Temu Puspa

Sleman, terasnews.id –  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman adakan Temu Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) di Rumah Makan Pringsewu, Mulungan, Mlati, Sleman, Senin (15/4/2019), diawali dengan flashmob senam Three Ends

Pembukaan acara Temu Puspa ditandai dengan peluncuran Forum Puspa ‘Semanggem’ (Semangat Melindungi Generasi Emas) oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas P3AP2KB, dilanjutkan workshop Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN-AKSA), Puspa dan implementasinya.

Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman melalui Parmi Lahardo mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-103 sekaligus rangkaian peringatan Hari Kartini yang dihadiri TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Bhayangkari, Persit Kartika Candra Kirana Kabupaten Sleman, dunia usaha, media massa, organisasi keagamaan dan Pusat Studi Wanita (PSW).

Dijelaskan Parmi, tahun 2018 di Kabupaten Sleman terdapat 301 kasus KDRT dan 157 kasus non-KDRT. Dengan banyaknya kasus itu, maka perlu diadakan kegiatan Temu Puspa dengan mensosialisasikan Three Ends.

Kegiatan ini bertujuan agar dapat menggerakkan komponen yang ada untuk bekerja secara kolaboratif dan bersinergi. “Hal ini memberikan kekuatan luar biasa dalam upaya mewujudkan perempuan dan anak yang sejahtera,” tambah Parmi.

Di sisi lain Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini menjelaskan, Temu Puspa ini merupakan sinergi program-program pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat. “Program kegiatan pemerintah dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh komponen masyarakat,” papar Mafilindati.

Diharapkan, melalui kegiatan itu dapat saling bertukar inovasi dan kreativitas di masing-masing lembaga, OPD, dan dunia usaha. “Dengan harapan dapat mempercepat terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak,” kata Mafilindati. (Affan)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − six =