ORI Harapkan Visi Cagub Bali Tak Melambung

Denpasar, terasnews.id – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali mengharapkan visi misi dan program kerja yang ditawarkan pasangan Calon Gubernur-Cawagub Bali agar tidak terlalu melambung.
“Jika pasangan Calon Gubernur-Cawagub mampu menyiapkan visi yang konkret, dalam artian bisa diwujudkan, tentu akan lebih menarik perhatian publik,” kata Kepala ORI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, di Denpasar, Rabu.
Umar tidak menampik memang tergantung kemampuan masing-masing pasangan calon untuk mewujudkan visi misi dan program kerja yang sudah dirancang.
“Namun, menurut saya sudah cukup bagus jika apa yang dijanjikan itu bisa dengan cepat dirasakan publik ketika nanti sudah terpilih. Misalnya saja terkait janji perizinan yang cepat, murah, dan gratis haruslah bisa direalisasikan,” ucapnya.
Demikian juga dengan janji untuk memberikan layanan kesehatan dan pendidikan gratis, kata Umar juga akan mendorong publik untuk memilih.
“Isu pelayanan publik itu sangat ‘seksi’ karena pelayanan publikĀ  merupakan hak asasi manusia yang juga diatur dalam UUD 1945, serta publik harus mendapatkan hak-hak mereka,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya sengaja mengundang kedua pasangan calon peserta Pilkada Bali 2018 untuk menyampaikan visi dan misinya, khususnya apa yang menjadi fokus perhatian mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Visi pelayanan publik yang disiapkan oleh pasangan calon, selanjutnya diperkuat dengan penandatanganan komitmen atau pakta integritas pasangan calon agar konsisten terhadap visi tersebut dan bersedia menjalankan saran Ombudsman jika terjadi penyimpangan atas visi itu,” ujarnya.
Menurut Umar, sebagai lembaga negara yang diberi kewenangan untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, pihaknya ingin memastikan bahwa janji-janji pasangan calon dapat diukur dan dapat ditagih jika telah terpilih.
“Dari pengalaman sejumlah pilkada sebelumnya, para bupati relatif merespons dan menjalankan rekomendasi dari ORI Bali, seperti misalnya ketika ada jalan yang rusak,” katanya.

Pilkada Bali 2018 diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace). Pasangan itu diusulkan oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan serta PKPI. Pasangan tersebut juga didukung PKB dan PPP.
Pesaingnya adalah pasangan nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusulkan oleh empat partai peraih kursi di DPRD Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + two =