Muslim Rohingya Saudara Kita

Oleh : Drs Lubis Raman adalah wartawan Jurnalsumatra

Gelombang protes terhadap kebiadaban militer Myanmar yang membantai Muslim Rohingya begitu keji menimbulkan reaksi keras muslim yang ada di tanah air tidak terkecuali di Banyuasin. Gabungan berbagai elemen melakukan Aksi Solidaritas mulai dari  Wartawan, pemuda,mahasiswa dan Masyarakat Banyuasin bersatu yang terdiri dari masyarakat PWI,Ijaba,IWO, BKPMRI, Pemuda Muhammadiyah, AMB, Pemuda Pancasila, KKDB dan elemen lainnya mengutuk tindakan keji terhadap muslim Rohingya, Mereka mendesak aksi keji tersebut dihentikan dan PBB memberikan sanksi tegas terhadap pemerintah Myanmar serta mencabut perhargaan nobel yang disandang Perdana Menteri Myanmar Aung San Suu Kyi.

Aksi solidaritas yang digelar di DPRD Banyuasin dan halaman Kantor Bupati Banyuasin, Rabu (5/9) 2017.Kenapa mereka melakukan protes keras terhadap pembantai ini, jawabannya tidak lain dan tidak bukan karena kita sesama muslim adalah bersaudara, Muslim Rohingya adalah saudara kita juga.

Sesungguhnya setiap muslim itu adalah bersaudara. Muslim itu ibarat satu bangunan dengan yang lainnya saling menguatkan, jika satu ada yang  sakit maka yang lainnya ikut sakit pula.

Jika satu muslim yang lain  disakiti,  maka muslim yang lain ikut merasakan kesakitan itu. Maka tidak dipungkiri ketika saudara kita muslim Rohingya dibantai kita merasakan atas kebiadaban tersebut, karena dia adalah saudara kita juga.

Aksi Solidaritas dengan Korlap Budi Alamsyah dan Koordinator Aksi Salim paling tidak dapat dilakukan tiga hal, pertama mengutuk dan minta kepada Allah agar menghentilan perlakukan keji itu karena Dia Allah yang Maha Kuasa dengan Kun FayakunNya  dapat menghentikan hal itu.  Kedua dapat melakukan penggalangan dana dan dana tersebut disumbangkan buat saudara kita Muslim Rohingua.Ketiga memohon pertolongan Allah agar tindakan tidak berperikemanusiaan dapat segera lenyap dengan melakukan Qunut Nazilah disetiap Sholat lima waktu,karena dia adalah saudara kita juga.

Apa yang dilakukan gabungan elemen di Banyuasin ini menjadi simbol bahwa kita sesama muslim adalah bersaudara. Doa dan Allahuakbar membahana di Bumi Banyuasin.

Saat mimimpin doa Iman Masjis Agung Al-Amir Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin, Taharudin Sakyan menyebutkan, doa adalah senjatanya orang beriman.

Sementara Sofyan Dosen di STAI Darularafal Deli Serdang mengatakan, Rasulullah  bersabda ad-duau silahul mukminin” (do’a senjata orang beriman), beliau mengajari kita agar mengadukan semua urusan yang tidak sanggup untuk kita hadapi pada Sang Pencipta kehidupan. Kelemahan yang kita miliki tidak seharusnya membuat kita frustasi dan stres menghadapi problematika hidup yang kita alami. Masih ada Tuhan bersama kita, yang tidak mengantuk lagi tidur, yang salalu mendengarkan rintihan dan harapan hamba yang meminta kepada-Nya.

Banyak ujian dan cobaan yang dialami umat Islam, seandainya baginda Nabi saw. masih hidup niscaya dia akan menangis melihat realita umat hari ini. Lihat saudara-saudara kita Muslim yang dibantai, dibunuh di Suriah, Palestina, Afganistan, Myanmar dan lainnya, mereka mengalami penderitaan yang luar biasa. Mereka meninggalkan tempat tinggal tanpa tujuan pasti dan tidak membawa barang-barang kecuali yang bisa dibawa, setiap saat mereka harus bersiap-siap menghadapi kematian.

Tentu mereka senantiasa berdo’a agar mereka yang melakukan kezaliman diberi hidayah untuk menghentikan tindakan aniaya dan anarkis. Kekuatan do’a orang-orang yang dizalimi dan do’a kita yang senasib dan merasa kasihan kepada mereka mungkin belum didengar Tuhan saat ini, barangkali Tuhan ingin melihat bagaimana perjuangan kaum Muslimin menghadapi ujian tersebut. Suatu saat pasti Tuhan akan mendengar dan mengabulkan do’a kaum Muslimin untuk membalikkan keadaan, mungkin tinggal menunggu waktu yang tepat saja, sebagaimana yang telah dialami baginda Nabi saw, dengan Islamnya Umar bin Khatab.

Kita mohon kepada pemilik manusia yakni Allah Robbul Izzati, melalui Aksi Solidaritas di Banyuasin, doa,  Qunut Nazilah dan penggalangan dana menjadi keberkahan dan diijabah oleh Allah SWT  agar penderitaan saudara kita muslim Rohingya berakhir.

Semestinya, saudara kita muslim Rohingya yang minoritas bukan dibantai melainkan harus dilindungi.Karena keyakinannya untuk  beraqidah kepada Allah merupakan hak manusia, hak saudara kita muslim Rohingya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five − 2 =