Kontes Dangdut Didesa Rimba Ukur Berlangsung Meriah

Muba  , terasnews.id – Kontes dangdut khusus muda-mudi didesa Rimba Ukur (C-5) Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin (Muba) Minggu (25/11/2018) berlangsung meriah.

Sementara lomba seni tarik suara yang diiringi OM Rajawali Musik dengan dihadiri ribuan para muda-mudi itu diselenggarakan, dalam rangka resefsi pernikahan dr. Armansyah putra dari bapak H Martadinata, SKM & ibu HJ Esta S.Pd.,SD warga setempat dengan pasangan dr Nevi Yulita Sari putri dari Bapak Ir H. Mirusdin Yaman & Ibu HJ Diani Anjarwati Huludi, S.IP.,MSi asal kota Palembang.

Berdasarkan pantauan Jurnal Sumatra.com dilapangan, sejak diterapkannya Perda tentang larangan pesta malam oleh Pemerintah daerah. Sebagai ganti malam rama-tamah pihak tuan rumah meneruskan hiburan resefsi pernikahan/khitanan dengan membuka acara kontes dangut khusus muda-mudi.

Acara ini pun terlihat tertib, peserta kontes terlihat enjoy menunggu giliran atau panggilan dari pembawa acara bahkan dihadapan para juri pesrta kontes rata-rata piawai menyanyikan lagu berirama dangdut.

“Kalau dari segi keamanan bisa dijamin bahkan selama kontes dangdut berlangsung diberbagai wilaya belum pernah terjadi keributan.”Kata Anton Carles (25) selaku ketua pelaksana kontes saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com se-usai acara.

Selain itu Anton menjelaskan, bahwa acara kontes dangdut muda-mudi biasanya diikuti puluhan peserta bahkan usai perlombaan hadiah berupa tropi yang disiapkan pemilik hajatan langsung diserahkan panitia kepada para pemenang.

“Kegiatan ini ada bagusnya dan perlu untuk dilestarikan oleh pemerintah, sebagai generasi penerus, saya sangat mengapresiasi sekali dengan adanya kontes dangdut Muda-Mudi. Karena selain menjalin silahturahmi sesama rekan muda-mudi untuk berada dijalur positif, kegiatan ini juga menggali bakat para generasi.

Kontes dangdut ini lagi booming bukan hanya untuk kontes lokal tetapi juga secara nasional dan ini merupakan salah satu jembatan muda-mudi untuk menggali potensi, untuk terus berkarya didunia seni tarik suara, ini bisa merubah nasib, bisa memberikan hal-hal positif kepada orang lain bukan hanya menghibur tetapi juga menjadi kebanggan keluarga dan lingkungannya.”Ujarnya.

Sementara Ratih Rapika Sari SE (23) (toko muda-mudi), mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah yang telah menyelenggarakan kontes untuk para muda-mudi. “Mewakili rekan muda-mudi terutama sekali saya ucapkan selamat menempuh hidup baru terhadap kedua mempelai. Selain itu, saya berharap kepada Pemkab Muba untuk menyeleksi agar para pemenang kontes dapat menyalurkan bakatnya ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab dengan seringnya diadakan kontes dangdut disetiap acara resepsi pernikahan/khitanan di muba ini cukup banyak muda-mudi yang mempunyai talenta dalam seni tarik suara.”harap dia.

Ketika disinggung mengenai pro-kontra dengan diterapkannya perda tentang larangan pesta malam oleh Pemkab Muba, gadis belia yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota legislative, diusung Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan (Dapil-1) ini menjawab setujuh setujuh saja. Karena menurut dia Pemerintah menerapkan Perda tersebut jelas melalui kajian.

“Pemerintah membuat Perda tersebut jelas melalui kajian, Perda ini saya lihat untuk mengantisifasi terjadinya hal-hal negative. Seperti tindak criminal, miras, prositusi dan yang tak kalah pentingnya lagi untuk mengantisifasi jangan sampai generasi muda terjerumus narkoba.”Kata dia. (Rafik Elyas)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − three =