Kementerian PANRB: Segelintir Peserta CPNS Gunakan Jimat

Jakarta,terasnews.id –  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan adanya segelintir peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) gelombang I yang menggunakan jimat dalam menjalani rangkaian tes.

“Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis adanya sejumlah peserta Seleksi Kompetensi Dasar CPNS periode pertama yang ketahuan membawa jimat. Ini menyedihkan, dan sangat memprihatinkan di zaman sekarang masih ada yang percaya dengan jimat,” ujar Kabag Komunikasi Publik Kementerian PANRB Suwardi di Jakarta, Kamis.

Suwardi menegaskan pihaknya telah menyampaikan sejak awal bahwa peserta harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari tiga kelompok tes, yakni Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Agar bisa lolos ke tahapan berikutnya, peserta harus meraih nilai minimal, yakni masing-masing 143, 80 dan 75.

“Yang harus dilakukan adalah belajar, belajar, dan belajar. Bukan percaya dukun, atau menggunakan joki. Karena pasti ketahuan, dan pasti tidak akan lolos,” ujar dia.

Dia mengatakan, para peserta CPNS sejatinya bisa mengikuti bimbingan belajar yang belakangan banyak bermunculan dalam mempersiapkan bekal menjalani tes CPNS, bukan justru mempercayai jimat.

Pemilihan bimbingan belajar pun harus dilakukan selektif, dan tidak mempercayai bimbingan belajar yang dapat menjamin kelulusan peserta.

Sementara itu terkait proses seleksi CPNS gelombang dua, kata dia, pendaftaran telah ditutup sejak tanggal 25 September 2017.

Beberapa instansi pemerintah yang melakukan seleksi CPNS gelombang II mulai mengumumkan peserta yang telah lolos seleksi administrasi. Misalnya, Kementerian Sekretariat Negara telah mengumumkan nama-nama yang lolos secara online, demikian juga Kementerian Luar Negeri yang juga telah mengumumkan hasil seleksi administrasi.

Tahapan berikutnya yang harus dihadapi pelamar CPNS gelombang II adalah Seleksi Kompetensi Dasar.

“Sekali lagi untuk menghadapi SKD, tidak ada cara lain bagi peserta, kecuali belajar, belajar dan belajar. Sebab tidak ada satu pun pihak yang bisa membantu meloloskan peserta karena saat ini tes sudah menggunakan sistem Computer Assissted Test (CAT),” ujar dia.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 9 =