Jasriadi Saracen Ajukan Kasasi Putusan Pengadilan Tinggi

Pekanbaru, terasnews.id – Terpidana kasus Saracen, Jasriadi mengajukan kasasi pasca putusan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru yang memperberat vonis diterimanya dari pengadilan tingkat pertama.
“Kami kasasi. Kami tidak terima (putusan PT),” kata kuasa hukum Jasriadi, Dedek Gunawan, di Pekanbaru, Jumat.
Dedek yang merupakan bagian dari Tim Advokasi Muslim Jasriadi hingga kini mengaku belum menerima salinan putusan tersebut. Namun, dia mengaku telah mengetahui putusan itu melalui media massa.
Secara umum, Dedek mengatakan pihaknya tetap akan berpegang teguh dengan pleidoi yang disampaikan di Pengadilan Negeri Pekanbaru beberapa waktu lalu.
“Kenapa. Karena kami berkeyakinan berdasaran fakta-fakta yuridis dan persidangan, semua yang ada dalam dakwaan tidak mampu dibuktikan JPU,” ujarnya lagi.
Pihaknya segera mengambil jalur kasasi sesaat setelah menerima putusan tersebut.
Jasriadi sebelumnya divonis 10 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru pada 6 April 2018 lalu. Dalam putusannya, hakim hanya menyebut Jasriadi bersalah melakukan tindakan akses ilegal.

 Sementara tuduhan polisi dan jaksa kepada Jasriadi, yakni sebagai pentolan penyebar kebencian dimentahkan oleh hakim. Sejatinya, saat itu Jasriadi hanya menyisakan masa hukuman dua bulan penjara dari vonis yang diterima untuk dapat menghirup udara bebas.
Namun, Jasriadi justru mengajukan banding dengan putusan itu. Jasriadi menilai bahwa dirinya sama sekali tidak bersalah, termasuk tuduhan melakukan akses ilegal.
“Sementara jika saat itu Jasriadi menerima putusan itu meskipun ringan, artinya dia mengaku salah dong,” ujarnya.
Menurutnya, meski akhirnya langkah banding justru memperberat hukuman kliennya, Dedek mengaku langkah tersebut bukan merupakan langkah keliru. Dia menuturkan pihaknya akan terus memperjuangkan kebenaran hingga Mahkamah Agung.
Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru sebelumnya telah diumumkan melalui laman web Mahkamah Agung. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun. Menetapkan terdakwa tetap ditahan,” begitu bunyi salinan putusan Pengadilan Tinggi yang diakses melalui laman MA.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + five =