Idul Adha, Senator HZ Ajak Teladani Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim

Palembang, terasnews.id- Hari raya Idul Adha memiliki makna yang sangat dalam sebagai momentum mengenang kembali pristiwa pengorbanan nabi Ibrahim atas putranya Ismail.

Demikian diungkapkan Senator Hendri Zainuddin (HZ) saat ditanya mengenai makna befkurban hari raya Idul Adha, Jum’at (1/9).

“Filosofi pengorbanan ini menjadi prinsip keimanan karena muncul dari kedalaman spiritual demi sebuah tujuan tertinggi,” kata HZ.

Menurut Pimpinan Badan kehormatan (BK) DPD RI ini,  Ibadah qurban memiliki dua nilai. Yakni, nilai kesalehan spritual dan nilai kesalehan sosial. “Kesalehan spiritual dalam hal ini adalah penyerahan diri kepada Allah dan mengekang egoisme sebagamana yang dicontohkan nabi Ibrahim As, sedangkan  kesalehan soial tercermin dari semangat rela mengorbankan diri, seperti tercermin dari Ismail As,” tuturnya.

HZ mengajak, generasi muda meneladi sikap Nabi Ismail sebagai prototipe anak muda yang soleh. Karena saat usia remaja, Ismail sudah berpandangan jauh kedepan atas dasar spriritualitas yang tinggi, berani mengambil sikap disituasi yang sulit, rela berkorban, dan berbakti kepada orang tua.

“Ismail bukanlah pemuda penakut yang mudah putus asa, tetapi seorang pemuda yanggentelman, yang berani mengambil risiko atas sebuah prinsip yang diyakininya, ketika hendak dikorbankan oleh ayahnya, tidak ada sedikit keraguan dalam dirinya,” tuturnya.

Masih menurut HZ, hari raya Idul Adha setidaknya mengantar umat Islam untuk dapat meneladani kisah sukses keluarga nabi Ibrahim As yang diberkahi Allah. Dimana sosok Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail, mengajarkan kepada  akan pentingnya ketaatan dan kepatutan kepada Allah Swt serta optimisme dalam menjalani hidup.

“Ini merupakan pendidikan karakter di lingkungan keluarga yang patut diteladani, masing-masing anggota keluarga memiliki karakter kuat yang didasari pada keimanan. Sikap taat kepada Allah Swt, gigih berjuang dan jujur harus diutamanakan dalam mengarungi kehidupan ini,” ingkapnya.

Lalu, pristiwa Qurban mengajarkan pentingnya pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari, untuk memupuk solidaritas kemanusiaan, tanpa adanya pengorbanan, manusia akan mementingkan dirinya sendiri, lalu menjadi manusia rakus dan acuh terhadap lingkungan sekitar.

Di hari raya Idul Adha ini, mari kita kobarkan semangat dan optimisme untuk mewujudkan cita-cita kehidupan dengan meneladani totalitas Nabi Ibrahim kepada Allah Swt, pengorbanan Nabi Ismail serta kegigihan dan ikhtiar Siti Hajar,” pungkasnya. (Dul) 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 2 =