HNSI Sumut Tak Dilibatkan Pengusutan Kasus Penembakan Nelayan

     Medan, terasnews.id – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Sumatera Utara (Sumut) merasa kecewa karena tidak dilibatkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut, dalam pengusutan kasus penembakan tiga orang nelayan kerang, di perairan Rokan Hilir, provinsi setempat.
“Padahal organisasi nelayan yang cukup besar  itu, tetap komit untuk mendukung kasus nelayan tersebut, dan juga mengetahui kronologis penembakan,” kata Wakil Ketua DPD  HNSI Sumut, Nazli di Medan, Kamis.
Selain itu, menurut dia, HNSI Sumut juga menyambut baik Pemerintah Kota Tanjung Balai yang membentuk Tim yang membentuk Tim Advokasi mengusut tuntas penembakan nelayan kerang tersebut.
“Sedangkan, ketiga nelayan yang mengalami musibah itu, juga anggota HNSI Tanjung Balai dan wajar diberikan bantuan hukum, serta tidak mungkin dibiarkan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, apa yang dilakukan DKP Sumut, jelas menimbulkan tanda tanya bagi Pengurus HNSI provinsi ini.
Apakah mungkin ada kesalahan yang dilakukan HNSI Sumut kepada institusi tersebut.
“Sebab, selama ini hubungan dan kerja sama HNSI dengan DKP Sumut baik-baik saja dan tidak ada masalah,” ucap dia.
Nazli menambahkan, HNSI Sumut juga telah lama mengadakan kerja sama dengan DPD HNSI Riau, dan mereka juga siap membantu kasus penembakan nelayan kerang asal Tanjung Balai.
Apalagi, peristiwa yang dialami nelayan Tanjung Balai itu, terjadi di perairan Riau.
“HNSI Sumut berharap kepada pemerintah maupun institusi terkait lainnya, dapat mengikutsertakan dalam penanganan nelayan tersebut,” katanya.
Sebelumnya, Pemkot Tanjungbalai menyatakan akan segera membentuk Tim Advokasi untuk memberikan kepastian hukum dalam mengusut tuntas penembakan tiga orang nelayan kerang warga daerah itu hingga tewas dan kritis.
Hal itu disampaikan Wali Kota Tanjungbalai, H.Muhammad Syahrial, Selasa (11/9) dihadapan ratusan massa gabungan mahasiswa, pemuda dan keluarga nelayan yang menggelar unjuk rasa di depan rumah dinas Wali Kota.
Wali Kota menemui masa ditengah guyuran hujan dan menyatakan prihatin serta duka mendalam atas peristiwa kelam dialami nelayan kerang warga Tanjungbalai yang terjadi pada Minggu (9/9) malam di Pulau Halang, peraian Rokan Hilir, Provinsi Riau.
“Untuk mengusut kasus ini, Pemkot Tanjungbalai akan segera membentuk Tim Advokasi sebagaiman permintaan masyarakat agar kasus penembakan nelayan kita diusut tuntas,” ujarnya wali kota.
Nelayan yang meninggal dunia adalah Suharsono alias Manggor (38 tahun) Warga Jalan Terisi, Lingkungan II, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan  Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai ini mengalami luka didada.
Korban lainnya, Irwansyah (31 tahun) mengalami luka di paha kanan dan Agus (32 tahun) mebgalamai luka dikepala (pelipis) kanan. Keduanya merupakan warga Jalan Rel Kereta Api Lingkungan II, Kelurahan Pematang Pasir.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =