DUBES LBBP untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Kunjungi UAD Yogyakarta

BANTUL –terasnews.id- Tantangan utama yang dihadapi Rusia saat ini adalah bagaimana untuk mengembalikan kondisi ekonominya agar dapat kembali seperti kondisi semula dan terus berada pada jalur pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Hal itu dikatakan M Wahid Supriyadi, Dubes LBBP (Luar Biasa dan Berkuasa Penuh) untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus di roof top lantai 10 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jl Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Jum’at (29/6/2018).

Di depan wakil rektor, dekan dan wakil dekan, direktur dan wakil direktur Program Pascasarjana, ketua prodi dan kepala unit kerja tingkat universitas, Wahid Supriyadi, juga berbicara tentang pasang-surut hubungan Indonesia dan Rusia.

Menurut Wahid, hubungan bilateral Indonesia dan Rusis tumbuh semakin kuat dengan berlandaskan semangat persahabatan, kesetaraan saling menghormati dan pengertian.

“Secara bilateral, Rusia terus memperkuat hubungan dan kemitraan dengan beberapa negara kunci di kawasan Asia, seperti Tiongkok, India dan Indonesia,” papar Wahid Supriyadi.

Dikatakan Wahid, Rusia semakin menyadari kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan penting yang sangat potensial. “Terutama di bidang ekonomi,” tandas Wahid Supriyadi.

Terkait kerjasama di bidang pendidikan, Indonesia dan Rusia telah memiliki hubungan kerjasama yang baik antara perguruan tinggi. Dan saat ini juga tengah dilakukan sejumlah pilot project penjajagan kerjasama.

Di sela-sela perbincangan antara Rektor UAD Dr Kasiyarno, MHum dan Dubes LBBP RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus M Wahid Supriyadi, terungkap, kunjungan itu dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Rektor UAD ke Rusia beberapa waktu lalu untuk menjalin kerjasama dengan People Friendship University Rusia (RUDN).

Disampaikan Kasiyarno, UAD Yogyakarta saat ini terus mengembangkan kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri. “Ke depan akan dilebarkan ke ranah pendidikan dan teknologi dengan universitas di Rusia,” tandas Kasiyarno yang menambahkan saat ini Rusia terbuka untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. (Affan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 20 =