DP2KB-P3A: Kampung KB Lebak Perkuat Keluarga Sejahtera

Lebak, terasnews.id – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB-P3A) Kabupaten Lebak, Banten,  Dadan Juanda mengatakan Kampung KB yang digulirkan pemerintah pusat bertujuan memperkuat keluarga sejahtera.
“Kampung KB untuk mewujudkan keluarga sejahtera yang selanjutnya modal untuk menjadikan negara kuat,” kata Dadan di Lebak, Kamis.
Pembentukan Kampung KB itu tentu sangat perlu untuk memperkuat keluarga sejahtera di tingkat desa.
Apabila, keluarga sejahtera itu terwujud di tingkat desa maka negara akan semakin kuat.
Kekuatan keluarga itu sangat menentukan keberhasilan pembangunan, karena itu pemerintah pusat menggulirkan Kampung KB sesuai Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Selama ini, pemerintah daerah hanya memfasilitasi saja program Kampung KB.
Pembentukan Kampung KB menyumbangkan kemajuan bangsa melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial budaya juga peserta aktif KB.
Pada 2018, kata dia, Kabupaten Lebak ditargetkan membentuk 57 Kampung KB berdasarkan pengajuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Kami yakin Kampung KB dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga itu,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, selama ini partisipasi masyarakat mewujudkan Kampung KB sangat tinggi dengan tumbuhnya kelompok-kelompok usaha ekonomi,akseptor aktif KB, kesehatan dan pendidikan.
Bahkan, anak-anak usia sekolah di sini melanjutkan pendidikan di tingkat SD sampai SLTA.
Selain itu juga minat masyarakat untuk memeriksakan kesehatan ke Puskesmas dan Rumah Sakit cukup meningkat.
Tujuan kampung KB adalah membangkitkan masyarakat sebagai lokomotif agen pembangunan di desa, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami berharap Kampung KB dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, saat ini, pelaku ekonomi masyarakat di Kampung KB berkembang usaha kerajinan masyarakat dengan memproduksi aneka makanan hingga produksi industri logam.
Selain itu juga pasangan usia subur (PUS) di Kampung KB menjadi peserta aktif akseptor KB.
“Kami yakin Kampung KB dapat memperkuat keluarga sejahtera di tingkat desa sehingga dapat mengendalikan kemiskinan dan kebodohan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − six =