Disnaker: Tenaga Kerja Asing Hanya Tiga Orang

Mataram, terasnews.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H Saiful Mukmin mengatakan, hingga saat ini jumlah tenaga kerja asing di Mataram tercatat hanya tiga orang.
“Jumlah tenaga kerja asing tahun ini bertambah dua orang, dari hanya satu orang pada tahun 2017,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.
Menurutnya, tiga orang tenaga kerja asing tersebut saat ini ada yang bekerja sebagai guru dan ada juga yang kerja di “finance”. Sejauh ini belum ada yang bekerja di bidang pariwisata.
Saiful menyebutkan, sampai saat ini belum ada laporan lagi terkait jumlah tenaga kerja asing di Kota Mataram. “Izin bekerja bagi tenaga asing yang kita keluarkan hanya tiga itu saja, karena mereka memiliki kualifikasi dan sertifikasi khusus,” katanya.
Sementara menyinggung kemungkinan adanya tenaga kerja asing yang tidak melaporkan keberadaannya, Saiful mengatakan untuk mengantisipasi masalah itu pihaknya berkoordinasi dengan lintas terkait untuk mengetahui ada tidak warga asing yang bekerja di Mataram namun belum terdaftar.

“Kami juga memiliki tim pengawas, yang berkoordinasi terus dengan sejumlah perusahaan yang diperkirakan memiliki tenga kerja asing, seperti di rumah makan, kafe dan hotel,” ujarnya.
Jumlah tenaga kerja asing yang terdaftar di Disnaker tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan pengeluaran surat keterangan tempat tinggal (SKTT) bagi warga negara asing dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mataram.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram Hasmin sebelumnya menyebutkan pada tahun 2017 telah mengeluarkan SKTT sebanyak 40.
“Mereka mendapat SKTT adalah warga negara asing yang memegang kartu izin tinggal sementara (Kitas) dari Imigrasi,” katanya.
Ia mengatakan, para pemegang SKTT yang tersebar di enam kecamatan di Kota Mataram itu berada di daerah ini dengan beberapa alasan, di antaranya kunjungan, kerja, dan ada juga yang menikah.
“Tren penerbitan SKTT di Mataram cenderung meningkat setiap tahun, karena Kota Mataram semakin diminati, apalagi setelah diterapkannya masyarakat ekonomi ASEAN,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =