Disabotase Paslon No 5 Merasa Dirugikan

BANYUASIN,SUMSEL , Terasnews.id – Debat publik pertama Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Banyuasin diwarnai adanya  dugaan terjadi  sabotase dari moderator acara debat Chacha Annisa.
Hal itu terjadi pada saat paslon No urut 5 H.Askolani dan H.Slamet memberikan jawaban terhadap pertanyaan panelis III Dr Ridho Takwa Ketua program sosiologi Fisip Unsri, padahal jalan waktu yang dipergunakan belum 2 menit sesuai ketentuan, dihentikan moderator Chacha Annisa.

“Sesuai dokumen yang kami miliki, waktu baru berjalan 1 menit 27 detik, waktu ini dimulai dari Panelis memberikan pertanyaan dan dijawab Paslon 5, sedangkan waktu yang diberikan untuk paslon menjawab selama 2 menit, ini sangat merugikan,”kata tim pemenangan Arisa Lahari SH saat menggelar jumpa pers dengan awak media di Posko 43 Kelurahan Kayuara Kuning, Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Rabu (18/4/2018).

Karena ketidak  propesionalan dalam menjalakan tugas sebagai moderator berpengalaman pada debat publik yang diadakan KPU Banyuasin, paslon nonor 5 merasa sangat dirugikan.

“Seyogyanya moderator memberikan CUT orasi pembicara,kalau  waktu habis,tetapi ini belum habis langsung diputus oleh moderator hal ini membuat paslon kami sangat kecewa sampai-sampai beliau berucap ini  Sabotase. Kita akan menindak lanjuti insiden ini,” katanya.

Paslon No urut 5 yang mengusung jargon Banyuasin Bangkit,lanjut Arisa Lahari berharap ini harus dibenahi  agar kedepan tidak terulang kembali kejadian seperti ini, harus selektif lagi. Karena acara ini acara besar dana yang digunakan adalah dana rakyat kegiatan ini resmi dan dana ditanggung semua oleh negara

“Kami menyesalkan kejadian ini, kami akan tindak lanjuti, dan tim advokat kami akan berkerja untuk menindak lanjuti dugaan sabotase ini,”tegasnya.

Sementara itu,Chacha Annisa ketika dikonfirmasi, tegas Arisa Lahari yang bersangkutan mengaku tidak salah, akan tetapi beliau menyalakan waktu.

“Harapan kami ini jangan terulang lagi apa lagi acara besar dan sakral ini, selaku tim kami merasa sangat dirugikan,” tandasnya.

Ketua KPU Banyuasin Dahri M, Pdi. ketika diwawancarai awak media terkait insiden tersebut mengaku akan mengevaluasi EO yang terlibat dalam pelaksanaan Debat Publik tersebut.

“Akan kita evaluasi, baik EO maupun pembawa acaranya, didebat kedua nanti,”ucapnya.

Dirinya juga berdalih bahwa insiden tersebut tidak berdampak buruk pada fisik calon.

“Kekurangan waktu sudah kita tambah, 10 detik dan kita lihat juga calon kondisi fisiknya tidak berdampak buruk, bahkan calon menjawab pertanyaan dengan tenang,”terangnya.(BIO/LUBIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − three =