Diduga Korupsi Oknum Kades Gedung Agung Menghilang

Lahat, terasnews.id –  Informasi soal penggunaan Dana Desa (DD) dan Dana Alokasi Desa (ADD) disnyalir dijadikan ajang Korupsi Berjamaah nampaknya bisa dibenarkan. Pasalnya, sejak tahun 2015 silam Alokasi Dana Desa yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat ini, banyak menuai protesan baik dari Masyarakat desa setempat, dan lembaga lembaga kontrol lainnya.

Selain itu, tujuan Pemerintah Pusat mengalokasikan DD dan ADD ini untuk mempercepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi desa yang ada. Namun, disayangkan, seiringnya waktu, dana yang berjumlah ratusan juta sampai milyaran rupiah perdesa itu, dimanfaatkan oleh oknum oknum Kades untuk mengejar keuntungan pribadi demi memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan mutu dan fisik dikemudian hari.

Banyak cela serta ruang waktu bagi oknum oknum kepala desa (Kades) disnyalir bisa melakukan korupsi berjamaah di DD dan ADD ini. Mulai dari, pembuatan laporan keuangan, membuat rencana anggaran belanja (RAB), membuat gambar bangunan Desa termasuk pembutan gambar serta dana yang dibutuhkan dalam pembangunan SPAL dan Jalan Usaha Tani.

Dilapangan, terbukti dari informasi yang didapat wartawan, untuk pembuatan Rencana Anggaran Belanja (RAB), pembangunan Gedung Desa, serta pembuatan SPAL, Jl Setapak, dan, Jl Usaha Tani selama ini, para kepala desa (Kades) mengupah oknum pengawai Dinas PU BM dan Dinas PU CK dari 3 persen sampai 5 persen, berdasarkan diduga arahan dari Dinas BPMDesa. Mirisnya, lagi akhir akhir ini, informasi didapat oknum Inspektorat Lahat, juga ikut bercokol dalam DD dan ADD dibeberapa Desa dalam satu Kecamatan.

Seperti disnyalir korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Gedung Agung Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat, Sarudin yang telah menjabat kepala desa lebih kurang 5 tahun ini, membuat dirinya lupa akan kewajiban serta tanggungjawabnya selaku Pemerintah Desa.

Oknum kades yang bernama Sarudin tersebut, telah kabur dari desanya sejak awal November lalu. Karena, tersandung kasus dugaan penyimpangan dana desa ratusan juta rupiah. Dana Desa (DD) yang membelit dirinya itu, diketahui tahun anggaran 2017 yang mengakibatkan Negara mengalami kerugian sebesar Rp 380 juta.

Mengetahui dugaan penyimpangan dana desa yang dilakukan oleh Kades Gedung Agung ini, awak media menyambangi rumah Sarudin (Kades) ke rumahnya untuk memastikan informasi yang beredar bahwa Kades telah kabur beberapa bulan yang lalu. Benar saja, ternyata Kades sudah lama tidak dirumahnya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Partoyo, yang bersebelahan rumah sekaligus pamannya Kades.

“Memang benar Kades kami sudah hampir dua bulan ini tidak pulang. Secara persis saya tidak tahu mengenai kasusnya, banyak masyarakat bilang bahwa kades terhutang dana pengembalian dana desa tahun anggaran 2017 yang mencapai ratusan juta rupiah, ” kata Partoyo, Minggu (30/12/2018).

Akan tetapi, informasi tersebut kata Partoyo, apabila benar Sarudin menggunakan DD yang mencapai ratusan juta itu, pasti dari pihak keluarga mengetahuinya. Kalau dibelanjakan kemana dan untuk apa.

“Lihat sekarang, rumah masih warisan keluarga, harta benda lainnya juga tidak ada. Kami betul-betul tidak tahu, apa Sarudin menggelapkan dana desa atau tidak, kenyataannya ya seperti inilah,” tambah Paman Kades lagi.

Hal serupa juga disampaikan, Sekretaris Desa (Sekdes) Gedung Agung Juli, ketika dimintaki tanggapan mengatakan, terkait permasalahan tersebut, bahwa dirinya sebagai Sekdes tidak mengetahui secara persis tentang keberadaan Sarudin.

“Alhamdulillah, sampai sekarang saya masih terus aktif bertugas di kantor Kecamatan. Info terakhir, ada hasil temuan dari Pidkor Polres Lahat, tahun 2017 yang mengakibatkan Negara mengalami kerugian kurang lebih 380 juta. Hingga, menyebabkan, Sarudin oknum kades tak kunjung pulang, ” kata Juli.

Akibat, tak pulangnya Sarudin sampai saat ini, masyarkat banyak dirugikan karena seperti RAB tahun 2017 dipegang Kepala Desa (Kades). Tidak itu saja,  dengan kaburnya Kades untuk pembangunan tahun 2018 tahap ke 3 tertunda, tunjangan perangkat desa dan BPD juga belum dibayar.

“Terus terang, kami benar benar tidak tahu dimana pak kades. Sebetulnya, banyak sekali persoalan di desa jadi terunda atas menghilangnnya beliau. Kami sebagai perangkat dan masyarakat berharap pada Sarudin, agar pulang secepatnya untuk menyelesaikan persoalannya ini,” pesan Sekdes.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lahat, Jaka Suprana, SH, MH ketika dibincangi wartawan melalui WhatsApp nya, membenarkan saat ini pihaknya sedang melakukan penanganan kasus Dana Desa tersebut dan telah masuk ke Tahap Penyelidikan (Lit). Namun, untuk sementara, pihaknya masih harus mengkoordinasikannya dengan pihak Penyidik Polres Lahat.

“Toh ternyata Penyidik Polres Lahat juga sedang mendalami Penyelidikan atas kasus yang sama. Sehingga, nanti, kita lihat dahulu mana yang lebih dahulu melakukan penyelidikan (berdasarkan tanggal terbitnya Sprint Lidik),” terang Kajari Lahat. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =