Bella Kartika Alumni UAD yang Menginspirasi

Yogyakarta, terasnews.id – Namanya Bella Kartika Aprilia. Alumni Farmasi S1 (2010) dan Profesi Apoteker (2011) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini, kunjungi almamaternya, Jum’at (23/8/2019) siang.

“Alhamdulillah, kami mendapat kunjungan dari bos batik Sepiak Belitong,” ujar Danang Sukantar, MPd, Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD Yogyakarta.

Dari obrolan sana-sini terungkap, seperti disampaikan Danang Sukantar, cerita yang disampaikan Bella Kartika Aprilia sangat inspiratif untuk pengelolaan dan pengembangan bisnisnya. Dari apotek, rumah bakso,  laundry,  batik, dan lain-lain.

“Dari semua bisnisnya itu hanya rumah bakso yang tidak dia lanjutkan,” terang Danang Sukantar. “Tapi, lainnya kini sudah bisa jalan dengan baik.”

Meski memiliki gelar apoteker, Bella Kartika Aprilia lebih memilih jadi pengusaha. Padahal, tidak ada setitik pun darah bisnis yang mengalir dari kedua orangtuanya yang hanya PNS.

Untuk bisnis batiknya, jangan ditanya. Pameran ke luar negeri sudah sangat sering diikuti perempuan kelahiran 19 April 1989. Selain itu, sudah ada 11 desain paten yang ia pegang dengan omset Rp 300 juta setiap bulannya dari bisnisnya yang dirintis sejak 2010. “Sampai anak turunnya bisa menikmati hak patennya,” kelakar Danang Sukantar.

Menyinggung soal kualitasnya, menurut Danang, sudah jaminan karena Bella menggelutinya hingga tujuh tahun dibantu 20 orang pegawai.

Meski bisnis yang lainnya ada yang rontok, tapi untuk produk Sepiak yang dihasilkan Bella Kartika Aprilia masih moncer hingga saat ini bekerjasama dengan kelompok perajin batik.

Menyinggung tentang bisnis laundry dan batiknya, Bella Kartika Aprilia punya cerita. Bagaimana keluarganya, terutama ibunya itu, menentangnya. Usahanya itu sudah dibangun bersama beberapa temannya waktu kuliah.

Waktu itu, pada tahun 2011 usahanya masih sepi. “Dan saya pun melakoni pekerjaan itu sendirian,” kata Bella Kartika Aprilia, yang menambahkan ketika mencuci sampai lecet-lecet dan menggosoknya sekalian.  

Tapi,  bukan Bella Kartika Aprilia namanya, kalau tidak mau gigih, ulet, tak kenal malu dan selalu saja ada ide di pikirannya.

“Selain pintar dan smart,  semangatnya untuk maju sangat tinggi sejak kuliah dulu,” ungkap Danang Sukantar.

Mengapa Bella memilih usaha batik? “Usaha itu saya pilih lantaran ada beberapa peluang,” jelas Bella.

Pertama, Badan Khusus PBB untuk Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan (UNESCO) mengukuhkan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Kedua, mulai 2010 pemerintah wajibkan ASN (aparatur sipil negara) memakai batik.

Mengenang masa kuliahnya dulu, Bella Kartika Aprilia pun menceritakan kalau usahanya itu ia awali dengan buat proposal. “Seperti saat menjadi mahasiswa dulu,” kenang Bella Kartika Aprilia. 

Waktu merintis usahanya kali pertama, Bella Kartika Aprilia mencoba menawarkan kerjasama ke beberapa hotel untuk melaundry di tempatnya, mengingat pariwisata di Belitung sedang berkembang.

Pada awalnya tidak mudah buat Bella untuk mendapatkan pelanggan dari hotel. Tapi, Bella tak patah semangat sambil membuat deterjen.

“Alhamdulillah, usaha saya tidak sia-sia dan membuahkan hasil. Ada beberapa hotel yang bersedia diajak bekerjasama,” kata Bella Kartika Aprilia, yang menambahkan saat ini hampir semua hotel berbintang menjadi pelanggannya: JW Marriott.

Bella akhirnya dapat kepercayaan dari hotel-hotel yang ada di Belitung dan dia jalani seorang diri: mengambil cucian ke hotel, mencuci, menjemur hingga menyetrika.

Awalnya, justru bisnis laundry yang jadi tulang punggung. Untuk batik hanya mengandalkan turis yang datang. Sementara pesanan dari pasar lokal tidak banyak.

Terungkap, usaha laundry Bella per bulan mencapai 7 ton dengan tarif per kilo Rp 6.500,00.

Untuk mengerjakannya itu didukung 7 mesin pabrikan untuk kapasitas 20-30 kg yang dia gunakan. “Hasilnya hitung sendiri saja,” kelakar Bella Kartika Aprilia.

Mendengar apa yang disampaikan Bella Kartika Aprilia itu, Danang Sukantar lantas punya ide untuk bisa menghadirkan Bella Kartika Aprilia ke kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

“Wajib kita hadirkan ke kampus UAD untuk menebarkan virus bisnis kepada para mahasiswa, dosen dan karyawan,” kata Danang Sukantar sambil melirik Caraka Putra Bhakti, Anton Yudhana, Hari Haryadi, Hendro Setyono, Dedi Pramono, Vernandi Yusuf Muhammad, dan Defry Rahmad Susanto.

Kini, usaha batik Bella naik daun sejak 2013 karena ia satu-satunya yang punya produk batik Belitung. Dan inilah yang jadi titik awal kenapa Bella bisa seperti sekarang.

Berkat strateginya ikut jadi sponsor Pemilihan Bujang Dayang Belitung 2012 yang digelar Dinas Pariwisata Belitung, pemenang pertama Wirausaha Muda Mandiri 2018 bidang usaha kreatif kategori non-mahasiswa, akhirnya mendapat pesanan batik dalam jumlah besar.

Untuk malam final Bujang Dayang Belitung 2012, Bella menyediakan pakaian untuk peragaan busana para finalis. Dari sini, semakin banyak orang yang kenal sama batik Belitung produknya.

Setelah itu, Bella yang menikah tahun 2013 mulai menciptakan motif-motif baru dengan mengangkat budaya Belitung. Ia pun lantas mengajukan hak eksklusif untuk motif-motif batik ciptaannya biar tidak diklaim orang lain. 

Mulanya, Bella ingin mematenkan merek dagang Rumah Batik. Ternyata, yang menggunakan nama itu sangat banyak. Akhirnya,  nama Sepiak Belitong yang dipakai. Sepiak berarti sebagian. Secara filosofis, orang Belitung mengartikan sepiak: berbagi. 

Sampai sekarang, Bella sudah mematenkan 11 motif batik. Dan, yang mendesain adalah suami atau kakaknya. Sebab, keduanya punya latar belakang desain grafis dan Bella lebih ke inspirasinya. Mereka yang kemudian mewujudkan jadi gambar. Setiap tahun Bella selalu memunculkan motif baru.

Seiring perkembangan pariwisata Belitung yang sangat pesat, Bella pun mengubah konsep usahanya menjadi pusat oleh-oleh. Kebetulan, sebelum menikah sang suami punya usaha kaos. Jadi, ia menggabungkannya menjadi galeri batik dan kaos Belitung.

Lantaran konsepnya pusat oleh-oleh, Bella pun menambah produk dengan membuat syal, pouch, tote bag, tas, dompet, kalung, magnet kulkas. Tak ketinggalan, dia menjajakan kuliner khas Belitung bekerjasama dengan UKM di Belitung yang memproduksi makanan oleh-oleh.

Kini, Bella membuka toko di Pangkalpinang serta gerai di empat hotel di Belitung dan di Bandara Depati Amir. Selain itu, ia punya gerai di Gedung SMESCO UKM Jakarta.

Mimpi besarnya, Sepiak Belitong bisa menasional dan bisa ekspansi ke luar. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 4 =